6 Alat Ukur Kelistrikan, Lengkap dengan Fungsi dan Cara Penggunaannya

Diposting pada

Agar bisa mengukur besaran listrik, diperlukan alat ukur kelistrikan dengan fungsi masing-masing. Melalui alat tersebut, baik teknisi maupun pengguna dapat melihat seberapa besar arus listrik dengan akurat. Alat ukur ini juga memegang peranan penting tak hanya dalam bidang elektronik, namun juga bagi lingkungan hingga industri.

Dalam dunia elektronik, peralatan ini umumnya diperlukan untuk memperbaiki atau memeriksa rangkaian listrik di peralatan seperti televisi, telepon, komputer, dan lain-lain. Sementara bagi dunia industri, tak jarang digunakan untuk mengukur parameter listrik di mesin, generator, sistem kontrol otomatis, dan lain sebagainya.

Jika dahulu alat ukur masih menggunakan sistem analog yakni memanfaatkan jarum untuk menunjukkan angka atau skala, kini seiring berkembangnya teknologi alat tersebut sudah beralih ke digital. Berikut beragam jenisnya!

Apa Itu Alat Ukur Listrik?

Alat ukur kelistrikan

Adalah alat yang digunakan untuk mengukur arus listrik serta beragam parameter kelistrikan sebut saja arus, tegangan, daya, resistansi, frekuensi, dan lain-lain, pada sebuah komponen elektronika. Prinsip kerja dari perangkat ini adalah menggunakan kumparan putar, besi putar, termokopel, atau elektrostatika.

Satuan dasar pengukuran listrik adalah hambatan, tegangan, serta arus. Karena itu perangkat pengukuran ini berperan penting khususnya dalam mencari nilai dari ketiga satuan dasar tersebut. Pengukuran besaran listrik bisa dilakukan saat ingin melihat parameter kelistrikan pada sebuah rangkaian listrik, baik yang disusun secara paralel, seri, hingga campuran.

Pasalnya dalam bidang kelistrikan dan elektronika, teknisi atau tukang listrik memerlukan instrumen pengukuran guna mengukur besaran arus listrik yang mengalir melewati instalasi atau kabel listrik apa saja.

Dalam dunia elektronik, perangkat ini biasa digunakan untuk televisi, telepon, komputer, dan lain-lain. Untuk bidang industri, umumnya digunakan pada mesin, motor, generator, serta sistem kontrol otomatis. Sedangkan pada lingkungan, peralatan ini bisa digunakan ketika akan mengukur parameter listrik contohnya kebisingan, intensitas cahaya, serta kelembapan.

Macam-macam Alat Ukur Listrik dan Cara Penggunaannya

Terdapat beberapa jenis alat pengukur listrik yang perlu diketahui, berikut penjelasannya :

Voltmeter

Adalah perangkat kelistrikan dimana kerap digunakan untuk pengukuran tegangan sebuah rangkaian listrik. Susunannya adalah sususan paralel sesuai lokasi komponen yang akan diukur, umumnya akan dipasang secara paralel di ujung hambatan yang akan dilihat beda potensialnya. Berikut cara pengukuran menggunakan voltmeter.

  • Posisikan voltmeter paralel di rangkaian lampu.
  • Posisikan kutub positif dan negatif pada volmeter sesuai dengan kutub di sumber tegangan atau baterai.
  • Perhatikan jarum penunjuk di layar voltmeter, nantinya jarum akan bergerak.
  • Rumus pengukurannya adalah skala atau angka di voltmeter x batas ukur / skala maksimum. Contoh skala di voltmeter adalah 10 serta skala maksimum 15, maka 10 x 15V / 15 = 15V.

Multimeter

Jenis selanjutnya adalah multimeter, dimana menjadi alat pengukuran yang juga kerap digunakan dan terbagi menjadi 2 macam yakni digital serta analog. Fungsi dari multimeter sendiri adalah mengukur arus listrik, hambatan, serta AC atau DC.

Untuk proses perhitungan lebih ringkas, mudah, dan efisien, ada baiknya menggunakan jenis digital. Berikut cara penggunaannya :

  • Siapkan alat lalu atur posisi dari saklar selector ke Ohm Ω.
  • Pilih skala sesuai perkiraan komponen yang hendak dilakukan pengukuran, lalu hubungkan probe ke resistor. Karena tidak ada prioritas, Anda juga bisa memasanganya secara terbalik.
  • Perhatikan hasil pengukuran yang muncul di layar multimeter.

Amperemeter

Seperti namanya, alat ini digunakan untuk mengukur tegangan listrik dalam satuan A dan mA. Perangkat ini kerap digunakan oleh para teknisi saat eksekusi alat multitester, maupun digunakan ketika ingin melihat berapa besar tegangan listrik yang dihabiskan di sebuah rumah.

Penggunaannya juga bisa digabungkan dengan ohmmeter dan voltmeter. Posisi dari amperemeter sendiri adalah dipasang seri, berikut langkah-langkah penggunaannya :

  • Posisikan amperemeter seri dengan bohlamp, lalu putuskan salah satu ujung dari kabel.
  • Setelah itu sambungkan kabel dengan kabel dari amperemeter.
  • Jika sudah tersambung, baca skala dengan memperhatikan jarum penunjuk.
  • Untuk rumus pengukurannya adalah skala yang ditunjuk oleh amperemeter x batas ukur / skala maksimum. Contohnya batas ukur 25, skala yang ditunjuk jarum 20, serta skala maksimum 50, maka 20 x 25 / 50 = 10mA.

Ohmmeter

Alat ukur listrik dan fungsinya selanjutnya adalah ohmmeter, dimana kerap digunakan pada listrik yang dihasilkan oleh pergeseran. Gerakan pergeseran tersebut berubah menjadi electron, dan nantinya akan melewati penghantar listrik atau konduktor.

Pengukuran tersebut kerap disebut hukum ohm, yang menyatakan jika arus listrik pada suatu rangkaian akan berbanding lurus dengan jumlah tegangan yang dikeluarkan. Berikut cara penggunannya :

  • Pertama-tama matikan seluruh daya yang terhubung di rangkaian yang akan diukur tersebut.
  • Setelah itu masukkan 2 probe ke dalam lubang pada meteran.
  • Atur meteran agar berubah ke angka nol, jika sudah hubungkan perangkat yang akan diukur.
  • Tempelkan kedua probe tersebut ke masing-masing ujung rangkaian berbeda, lalu perhatikan hasil pengukuran di layar display ohmmeter.

Avometer

Alat Avometer digunakan untuk mengukur besaran ohm, volt, serta ampere di rangkaian elektronika. Avometer kerap digunakan para teknisi selain karena harganya terjangkau, juga bisa digunakan untuk mengukur 3 besaran kelistrikan sekaligus. Cara menggunakannya pun mudah, berikut langkah-langkahnya :

  • Ubah posisi selektor menjadi DCV.
  • Hubungkan kabel yang ada pada avometer ke terminal baterai. Probe hitam untuk kutub negatif, sementara probe merah untuk kutub positif baterai.
  • Jika sudah, perhatikan hasil pengukuran di layar display avometer tersebut.

KWH Meter

KWH meter kerap digunakan untuk mengukur tegangan listrik atau total energi listrik dalam kurun waktu tertentu. Umumnya perangkat ini difungsikan untuk memberi tahu seberapa banyak jumlah listrik di setiap rumah. Berikut cara mengukurnya :

  • Perhatikan dial di KWH meter dari arah kanan ke kiri, dimulai dari dial A hingga E.
  • Saat penunjuk berada diantara 2 angka, catat angka terendah.
  • Untuk menghitung berapa konsumsi listrik di rumah, cukup mengurangi hasil sebelumnya dengan hasil saat pengukuran saat itu.

Istilah dalam Pengukuran Kelistrikan

Berikut beberapa istilah yang wajib diketahui terkait pengukuran kelistrikan, diantaranya :

  • Akurasi : kedekatan alat ukur saat membaca nilai sesungguhnya dari variabel yang diukur.
  • Kepekaan : ratio dari sinyal keluaran (output) atau tanggapan dari alat ukur terhadap perubahan masukan (input) atau variabel yang diukur.
  • Presisi : hasil pengukuran dari derajat untuk membedakan pengukuran satu dengan pengukuran lainnya.
  • Kesalahan : angka penyimpangan dari nilai sesungguhnya atas sebuah variabel yang diukur.
  • Resolusi : nilai pengukuran dengan perubahan paling kecil yang mampu direspon oleh alat ukur.

Memahami alat ukur kelistrikan di atas sangat penting dilakukan, terlebih apabila Anda adalah seorang pekerja yang berkaitan dengan dunia elektronika. Sehingga peralatan ukur tersebut penting untuk dimiliki oleh para teknisi guna mengetahui tegangan hingga hambatan pada peralatan elektronik.

Sehingga fungsi dari alat ukur adalah untuk melihat besaran amp, volt, watt, serta ohm pada perangkat elektronika. Selain itu terdapat fungsi lainnya yaitu mengukur daya, hambatan, tegangan, arus, medan, serta frekuensi listrik.