ILMU ENERGI : PEMANFAATAN ENERGI PANAS BUMI SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK

Diposting pada

PEMANFAATAN ENERGI PANAS BUMI SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK

Gambar. Peta Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia

Indonesia adalah salah satu negara yang banyak memiliki gunung berapi. Tenaga panas bumi yang berasal dari gunung berapi tersebut dapat digunakan untuk pembangkit tenaga listrik. pengan demikian, panas bumi dapat digunakan sebagai salah satu energi alternatif dalam rangka memenuhi kebutuhan energi listrik di Indonesia. 
Panas bumi antara Iain terdapat di Sumatra, Jawa, dan sulawesi. Pemanfaatan panas bumi sebagai energi alternatif dapat memberikan tenaga listrik yang relatif murah, dibandingkan dengan tenaga listrik yang diperoleh dari bahan bakar minyak. samping itu, pemanfaatan panas bumi untuk tenaga listrik termasuk teknologi yang bersih dan tidak menimbulkan pencemaran. Selain itu, panas bumi termasuk energi yang dapat diperbarui sehingga cadangan energi panas bumi relatif berlaku seumur hidup asal masih ada hujan dan gunung berapi di sekitarnya masih tergolong aktif. 
Cadangan panas bumi di Indonesia diperkirakan ada sekitar 27.000 MWe. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sudah dimulai sejak tahun 1974. Sampai tahun 2012 panas bumi yang sudah dimanfaatkan untuk energi listrik baru mencapai I .500 MWe. Jadi, yang dimanfaatkan baru sekitar 
Dengan memanfaatkan panas bumi dari gunung berapi, kita memiliki dua manfaat. Pertama, memperoleh energi panasnya yang diubah menjadi tenaga listrik. Kedua, dapat mencegah meletusnya gunung tersebut karena panasnya telah dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. 
Karena potensinya yang cukup besar, maka dalam proyeksi produksi listrik jangka menengah, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi diproyeksikan di atas Pembangkit Listrik Tenaga Air. Diperkirakan pada tahun 2025 nanti, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dapat menyumbang 5 persen dari kebutuhan listrik nasional. 
Keadaan yang ideal, mudah, dan menguntungkan untuk memanfaatkan sumber daya panas bumi jika energi yang keluar dari panas bumi langsung berbentuk uap kering, Jenis uap yang demikian jarang ditemukan. Biasanya uap itu akan berupa uap mengandung Sejumlah air yang harus dipisahkan karena mengandung dan belerang.
Dibanding dengan Selandia Baru dan Filipina, pemanfaatan panas bumi di Indonesia kurang optimal. Selandia Baru mampu menyediakan sekitar tiga puluh persen listrik di negara itu melalui energi panas bumi. Selain Selandia Baru, maka Filipina juga telah membangun PLTP dalam jumlah yang besar. Hampir 500/0 energi panas bumi di Filipina telah dieksploitasi. 
Walaupun banyak manfaat dan keuntungan dari energi panas bumi, ada juga kekurangannya sehingga membutuhkan investasi menjadi besar. Masalah utamanya, yaitu timbulnya karat yang sangat cepat pada peralatan yang digunakan dalam pemrosesan panas bumi menjadi tenaga listrik. Akibatnya, karena uap air yang keluar dari energi panas bumi mengandung banyak sekali uap belerang yang bersifat asam. Hal ini memudahkan terjadinya korosi (pengkaratan). Selain itu, energi panas bumi pada umumnya terdapat di daerah pegunungan yang jauh dari kegiatan industri sehingga memerlukan kabel transmisi untuk membawa tenaga listrik yang dihasilkan ke daerah industri yang banyak memerlukan tenaga listrik. Dengan demikian, pemanfaatan energi panas bumi dapat menambah biaya perhitungan harga listriknya. 
Ketika harga BBM relatif murah, maka pembangkit listrik dari panas bumi di Indonesia kurang berkembang karena kalah bersaing dengan energi BBM.
Dengan hal ini, PERTAMINA telah membuat anak perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangunan PLTP, yaitu Pertamina Geothermal. Perusahaan swasta nasional, yaitu PT MEDCO juga telah membuat anak perusahaan yang bernama PT MEDCO Power Indonesia. Perusahaan tersebut telah membangun PLTP di Sarula dan Ijen, Jawa Timur. Beberapa perusahaan asing seperti Chevron juga telah membangun PLTP di Indonesia. 

TEST PLAGIARISM