ILMU TEKNIK : BREAKDOWN MAINTENENCE PADA AC SPLIT (Perbaikan karena Kerusakan Mendadak)

Diposting pada
Breakdown Maintenance merupakan perbaikan yang dilakukan tanpa adanya rencana, atau dapat dikatakan sebagai perbaikan. Berikut break down maintenance yang dilakukan: 

Mengevakuasi Refrigerant (Pump Down) Sistem

Mengevakuasi refrigerant (pump down) adalah Refrigran yang ada dalam sistem disimpan pada outdoor unit sehingga tidak akan terbuang. Pump down ini dilakukan apabila akan memisahkan sistem (outdoor dengan indoor ketempat lain). Langkah-langkah pump down : 
  1. Menyiapkan charging manifold untuk mengetahui tekanan refrigan dalam sistem.
  2. Membuka mur pengaman katup tekan dan katup hisap pada outdoor. Menghubungkan selang tekanan rendah pada charging manifold dengan pentil tekanan rendah sistem.
  3. Mengidupkan sistem sesaat.
  4. Menutup katup tekan dengan kunci L. Jika jarum menunjukkan tekanan 30 psi lalu tutup katup hisap dan matikan sistem.
  5. Pada saat ini refrigran telah terkumpul pada outdoor unit dan pipa-pipa dapat dilepas dari outdoor unit untuk memindahkan AC.

Memvakum Sistem

Memvakum sistem yaitu mengosongkan atau menghampakan sistem dari udara, air dan kotoran-kotoran lain. Memvakum AC split sebelum diisi refrigran merupakan suatu keharusan karena kotoran-kotoran yang ada dalam sistem dapat menyebabkan sistem buntu. Alat-alat yang dibutuhkan untuk memvakum sistem adalah pompa vakum dan alat ukur (charging manifold). Langkah-langkah memvakum sistem : 
  1. Menghubungkan selang warna biru pada charging manifold dengan pentil katup tekan pada outdoor sedangkan selang wama kuning dengan pompa vakum. 
  2. Menghidupkan pompa vakum dan buka manifold. 
  3. Setelah charging manifold pada Sisi tekanan rendah menunjukkan tekanan -30 psig, maka mulai menutup keran pada manifold dan mematikan pompa vakum.
  4. Biarkan selama kurang lebih 20 menit. Kalau jarum petunjuk tidak berubah posisi maka sistem siap diisi refrigeran. 

Mengisi Refrigran Pada Sistem 

Pengisian refrigran pada sistem dapat dilakukan setelah sistem divakum. Refrigran yang digunakan untuk pengisian pada AC split adalah R-22. Alat-alat yang dibutuhkan untuk pengisian refrigran (R-22) adalah charging manifold. Langkah-langkah pengisian refrigran : 
  1. Setelah sistem vakum mulai melepaskan salang manifold wama kuning yang menuju pompa vakum dan hubungkan ke tabung refrigran R22. 
  2. Memuka 1/3 keran tabung refrigeran, kemudian membuka nepel pada charging manifold pada selang wama kuning untuk mengeluarkan udara yang tejebak. Kencangkan kembali nepel dan buka penuh keran tabung refrigeran. 
  3. Membuka keran pada charging manifold (Sisi tekanan rendah) untuk pengisian refrigeran sampai jarum menunjukkan tekanan 20-40 psig, kemudian menutup keran pada charging manifold. 
  4. Mengidupkan AC dan membuka kembali keran charging manifold untuk pengisian refrigeran. Pengisian dilakukan secara bertahap dengan cara membuka dan menutup keran charging manifold sampai menunjukkan tekanan 60-65 psig dan ukur arus. Menggunakan tang amper hingga menunjukkan 3,9 atau 4A. 
  5. Tutup keran pada charging manifold dan tabung refrigeran, kemudian matikan AC. 

Mengetes Kebocoran 

Mengetes atau memeriksa kebocoran dapat dilakukan pada sistem yang sedang bekerja atau pada sistem yang tidak bekerja. Memeriksa kebocoran pada sistem yang sedang bekerja dapat dilakukan dengan alat pendeteksi kebocoran pada tempat-tempat yang mungkin teriadi kebocoran, misalnya pada sambungansambungan, sedangkan untuk memeriksa kebocoran pada sistem yang tidak jalan, yaitu dengan mengalirkan refrigeran kedalam sistem. Langkah-langkahnya, adalah : 
  1. Menghubungkan selang tekanan rendah charging manifold (biru) dengan saluran tekanan rendah sistem. 
  2. Menghubungkan selang kuning (tengah) ke tabung refrigeran. 
  3. Membuka keran pada tabung refrigeran, kemudian membuka keran tekanan rendah charging manifold. 
  4. Memperhatikan jarum tekanan rendah hingga menunjukkan tekanan 60-65 psig. 
  5. Perhatikan jarum pada manometer, bila bergerak turun, maka pada sistem ada kebocoran. 
  6. Cek kebocorannya dengan menggunakan alat pendeteksi kebocoran. 
  • Untuk mencari kebocoran ada beberapa alat yang sering digunakan : 
a. Sabun dengan sikat 
Cara mencari kebocoran ini adalah yang paling murah, mudah dan sederhana, tetapi air sabun hanya dapat dipakai untuk mencari kebocoran yang besar dan pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan dicapai dengan tangan. Cara menggunakannya adalah dengan memulaskan air sabun (busa) pada tempattempat yang dicurigai ada kebocoran, jika timbul gelembung-gelembung itu menandakan ada kebocoran. 
b. Nyala api 
Adalah suatu alat untuk mencari kebocoran dengan memakai bahan bakar dan alcohol, propane atau gas alam. Dari perubahan warna nyala apinya dapat diketahui tempat yang bocor. Jika ada sedikit kebocoran, warna apinya akan berubah menjadi sedikit kehijau-hijauan dan pada kebocoran yang besar, warna apinya akan berubah menjadi hjau dan ungu. 
c. Elektrik Ieak detector 
Adalah suatu alat untuk mencari kebocoran refrigeran yang terbaik, mudah, cepat, aman dan paling mahal harganya. Yang diukur oleh alat ini adalah tahanan elektronik dari contoh gas. Jika ada bahan pendingin diudara yang sedang diukur, maka arus yang mengalir berubah, perubahan ini dapat dinyatakan pada perubahan jarum penunjuk, bunyi atau lampu. Alat ini sangat sensitive, maka kcbocoran yang kecilpun dapat cepat diketahui.