ILMU TEKNIK : Lengkap !! Pengertian hingga bagian-bagian kusen pintu

Diposting pada
Pengertian Kusen
Kusen merupakan bagian dari konstruksi pada dinding bangunan yang mempunyai fungsi perletakan dan duduknya daun pintu dan daun jendela.
Kusen pintu dan jendela merupakan penghubung antar ruang dan berfungsi juga untuk sirkulasi udara segar antar ruang serta kemungkinan sinar atau cahaya matahari yang menambahkan suasana interior menjadi nyaman dan segar
Fungsi kusen pintu adalah sebagai alat penghubung ruang satu dengan ruang lainnya. Juga sebagai sirkulasi dari orang maupun barang.
Bagian-bagian yang penting dari kusen pintu:
1. Tiang
2. Ambang atas
3. Ambang tengah
4. Kupingan/Kuping, fungsinya untuk dapat dibuat hubungan pen yang baik hanya dibuat jika kusen dipasang pada tembok,Jika dipasang/menempel pada kolom, kuping ditiadakan.
5. Angker di buat dari besi dipasang pada tembok atau kolom praktis. Jika kusen dipasang pada kolom utama dari beton maka tidak perlu menggunakan angker, sebab kusen dipasang kemudian dengan cara diselipkan dan angker digeser antara kolom tersebut sebagai pengganti angker dipakai sekrup “Fisher“.
6. Umpak, digunakan untuk landasan tiang kusen pintu sebagai kaki agar air tidak meresap masuk ke sel-sel kayu sehingga dapat menyebabkan lapuk. Umpak terbuat dari campuran beton tumbuk dengan perbandingan 1 Pc : 2 Psr : 4 Kr.Diantara kusen dan umpak dipasang timah lembaran fungsinya untuk lebih menjamin kusen tidak lapuk.Penampang dari umpak harus persegi atau bujur sangkar untuk menjaga agar kusen tidak memuntir.
7. Sponing kapur, adalah suatu cowakan dibuat pada kuping, tiang sisi luar dan ambang bawah, sedangkan pada ambang atas tidak terdapat sponing kapur hal ini dikarenakan untuk menghindari penglihatan tembus apabila terjadi pemuaian kayu.
8. Besi duk, (“dooK“) digunakan untuk mengkakukan tiang kusen pada umpak. Penampang dari besi duk.
Baca juga >> Sifat-sifat Kayu
Tipe-tipe Kusen
Type kusen dapat direncanakan untuk pemasangan penutup satu daun pintu atau dua daun pintu. Umumnya dua daun pintu dipasang pada pintu masuk teras depan, jika penutup lebih dari dua daun pintu biasanya untuk pintu atau kusen jendela yang harus diperhatikan, antara lain:
a) Telinga kusen sebagai penguat atau ikatan dalam pasangan dinding bata.
b) Angkur yang dipasang biasanya tiga buah ditempatkan pada tiang kusennya kiri-kanan dengan diameter 10mm, termasuk juga untuk locis(neut), yaitu dibawah tiang kusen yang dicor dengan beton sehingga 10-15cm.
c) Pada saat pembuatan kusen harus diperhatikan jenis kayu yang bik(kamper smarinda) dan titik cacat, pada saat purus dan pen dipasang agar dipasang lat penarik lebih dulu agar diyakini konstruksi kusen kuat dan menyiku.
d) Ventilasi kusen dapat dibuat dengan jalusi atau krepyak sebagai bagian yang penting untuk sirkulasi udara segar.
e) Penempatan sponeng kusen khusus kusen pintu masuk diteras depan agar ditempatkan dibagian dalam jadi daun pintu membukanya kedalam, begitu juga untuk di kamar mandi dan wc penempatan sponing di dalam jadi membuka pintunya ke arah dalam kamar mandi dan wc.
Pengertian Pintu dan jendela serta jenisnya
– Pengertian pintu dan jendela disamping berfungsi sebagai penghubung untuk penghuninya dan juga penting untuk sirkulasi udara segar dan memungkinkan juga sinar/cahaya dari matahari masuk ke ruang dalam.
– Hal yang sangat penting yaitu sebagai pengaman ruang dalam dari gangguan masalah pencurian, pemasangan pintu dan jendela harus diyakini kuat terkunci bila perlu ditambahkan juga dengan alat bantu pengunci tambahan lagi.
Ukuran-ukuran kusen yang umum digunakan adalah:
Kusen Pintu satu daun
Lebar = 65 – 100 cm
Tinggi = 190 –250 cm
Kusen pintu dua daun
Lebar = 120 – 250 cm
Tinggi = 200 –250 cm