Ini Dia Kebiasaan yang Dapat Merusak Ban

Kebiasaan yang Dapat Merusak Ban – Ban merupakan bagian kendaraan yang berfungsi untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan jalan, memberikan kestabilan antara kendaraan dengan jalanan sehingga meningkatkan percepatan.

Seperti halnya komponen lain pada kendaraan, ban pasti akan mengalami kerusakan maupun keausan. Saat ini kesadaran pengendara dalam hal ini masih sangat minim. Berbagai kebiasaan kecil sejatinya berdampak buruk terhadap ban, namun hal ini tidak disadari oleh pengendara.

Berikut ILMUTEKNIK berikan informasi mengenai Kebiasaan-Kebiasaan yang Dapat Merusak Ban.

1. Kebiasaan pertama yang dapat merusak ban yaitu mencuci ban dengan sabun.
Mencuci barang menggunakan sabun bertujuan agar barang tersebut terlihat lebih bersih dan harum, namun tidak semua barang yang dicuci bersih dengan sabun itu berdampak baik. Misalnya saja pada ban, dimana kamu tidak disarankan karena dapat berdampak buruk bagi ban tersebut. Diambil dari beberapa sumber, ban yang sering dicuci dengan sabun akan menjadi lebih keras dan usia ban akan lebih pendek atau mudah mengalami keausan.

Ketika ban menjadi keras tentu daya cengkram ke aspal jadi berkurang, handling kendaraan bermotor bisa jadi lebih kaku dan mudah tergelincir. Dampak negatif lain yang timbul apabila ban berubah menjadi keras ialah ban akan mudah retak, mudah meledak dan ban akan botak/aus secara tidak merata, sehingga mengurangi kenyamanan saat berkendara.

Ban hanya perlu dibersihkan dengan air agar kondisinya tetap terjaga. Namun jika terkena sabun sebaiknya segera di bilas menggunakan air bersih.

2. Menyemir ban. Hal ini biasanya dilakukan di tempat pencucian kendaraan. Penyedia jasa cuci kendaraan bermotor selalu melakukan semir ban pada kendaraan konsumennya. Tujuan disemirnya ban yaitu agar ban terlihat lebih mengkilap.

Menyemir ban sebenarnya tidak disarankan sebab bahan kimia yang terkandung pada semir dapat merusak compound ban. Penggunaan semir yang bahan kimia yang tidak jelas malah membuat karet ban menjadi rusak, indikasinya dapat dilihat dari dinding ban menjadi pecah-pecah.

Baca juga Pelumasan -Tujuan, Metode dan Fungsi Pelumasan

Tentu saja efek pecah-pecah itu tidak langsung muncul begitu saja, namun efek pecah itu akan muncul ketika ban sudah sering disemir denga semir yang mengandung bahan kimia. Selain itu bahan semir ban yang rata-rata silikon, mempengaruhi kemampuan ban saat dipakai bermanuver. Lapisan silikon dari semir ban dapat menyebabkan traksi ban terhadap aspal berkurang. Jika traksi ban ke aspal berkurang maka faktor risiko untuk motor terjatuh atau terpeleset semakin besar.

3. Menggunakan cairan ban anti bocor. Ketika mengganti ban tubeless biasanya konsumen dutawarin cairan anti bocor oleh pelayan, meski tidak semua petugas toko menawari cairan tersebut namun ada saja konsumen yang tergiur menggunakan cairan anti bocor tersebut.

Cairan anti bocor dipercaya mampu membuat ban menjadi tahan dari kebocoran, karena berfungsi menutupi bagian yang bocor ketika terkena paku atau benda tajam. Penggunaan cairan anti bocor ini yaitu dengan memasukkan cairan tersebut melalui pentil.

Kebiasaan ini Dapat Merusak Ban, beberapa dampak yang ditimbulkan dari penggunaan cairan anti bocor yakni dapat merusak velg, karena cairan tersebut mengandung unsur korosi, dapat mengganggu kesabilan perputaran ban.

4. Tutup pentil. Selalu perhatikan tutup pentil. Pastikan dalam kondisi baik, sebab fungsi tutup pentil adalah mencegah lumpur, air ataupun kotoran masuk ke dalam ban.

5. Cek angin secara berkala. Meskipun hal ini terdengar sepele namun kerap diabaikan oleh para pemilik kendaraan bermotor. Kelebihan ataupun kekurangan angin pada ban dapat menyebabkan kerusakan pada ban, seperti aus tidak merata, lapisan karet ban dapat mudah retak, handling yang tidak stabil bahkan ban dapat pecah karena temperatur di dalamnya menjadi lebih tinggi.

Itu dia Kebiasaan yang Dapat Merusak Ban dan menyebabkan resiko kecelakaan meningkat. Semoga informasi yang ILMUTEKNIK berikan dapat bermanfaat. Jangan lupa Ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami di ILMU TEKNIK dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *