Miris!Alasan Kenapa Mobile Legends Disukai Player Bocah

Tahun lalu sampai sekarang Mobile Legends masih menjadi Game yang cukup populer di Indonesia. Karena kepopulerannya tersebut banyak kalangan muda hingga tua yang suka bermain Game ini, tak terkecuali para anak – anak yang dibawah umur. Saking populernya Game ini membuat banyak anak dibawah umur bermain Game ini. Buat para Gamers memang ini cukup merepotkan, pasalnya Game ini secara khusus untuk usia diatas 14 tahun keatas. Lantas kenapa banyak sekali Player bocah yang bermain Game ini, yuk simak alasannya berikut ini.
Kepopulerannya di Indonesia
Hal ini sudah sangat jelas sekali alasannya, karena Mobile Legends sangat populer di masyarakat membuat anak dibawah umur juga ikut tertarik memainkan Game tersebut. Bukan hanya itu, bahkan terdapat permainan anak – anak yang sudah bertemakan Mobile Legends, contohnya Kartu atau gambaran yang memiliki tema Hero Mobile Legends.
Game Smartphone Yang Cukup Seru Dimainkan
Sumber : teknosaurus
Lalu alasan selanjutnya adalah karena Game ini cukup seru dimainkan dari segala usia. Karena keseruan tersebut banyak Player dibawah usia yang sering sekali menghabiskan waktunya bermain Game ini dibandingkan bermain dengan dilingkungannya sendiri. Mirisnya, karena sudah banyak anak dibawah umur yang memiliki Gadget, membuat interaksi sosialisasi nya berkurang.
Era Teknologi Yang Berkembang Pesat
Sumber : digikidz
Semakin hari teknologi terus berkembang dengan pesat disekitar masyarakat. Hal ini membuat teknologi sudah menjadi keseharian kita. Bahkan sudah umum jika anak dibawah umur sudah memiliki Gadget. Hal inilah yang membuat para Player bocah bisa dengan mudah mengakses Game Mobile Legends di Gadget nya tanpa atau bantuan orang lain.
Tidak Ada Pengawasan Orang Tua
Sumber : kamarbayiku
Kebanyakan Player Bocah di Mobile Legends biasanya sering dibebaskan oleh orang tuanya tanpa sepengatuhan mereka. Padahal peran orang tua sangat penting disini, karena jika seorang anak terlalu candu bermain Game Smartphone akan menimbulkan dampak negatif berjangka panjang. Seperti contoh masalah terhadap mata jika terlalu terus sering menatap Smartphone. Hal tersebut nantinya akan sangat berpengaruh bagi anak yang sesang dalam tahap pertumbuhan. Oleh karena itu, sebagi orang tua harus peka terhadap hal yang dilakukan oleh anaknya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *