Pengertian dan Jenis Notasi Algoritma, Cek Ulasannya Ini!

Diposting pada

Dalam dunia pemrograman tentu ada banyak istilah termasuk notasi algoritma ini. Bagi Anda yang tidak bergerak di bidang IT, tentu masih cukup asing dengan keberadaan istilah tersebut. Itulah mengapa pentingnya agar menyimak ulasan pada artikel ini.

Keberadaan dari algoritma inilah bukan hanya dalam dunia matematika saja, tetapi juga di ilmu komputer. Ini merupakan sebuah prosedur langkah demi langkah di dalam dunia perhitungan. Tidak hanya untuk perhitungan saja, tetapi kehadirannya juga banyak digunakan dalam dunia pemrosesan data dan penalaran secara otomatis.

Apabila Anda diminta untuk uraikan tentang notasi algoritma tersebut, maka sangat penting agar mengetahui penjelasan dibawah mulai dari pengertian hingga jenis-jenisnya.

Pengertian Notasi Algoritma

Pengertian Notasi Algoritma

Notasi algoritma adalah cara atau bentuk dalam menuliskan sebuah algoritma. Keberadaannya tidak dituliskan ke dalam bahasa pemrograman, tetapi bisa diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman tersebut.

Selain itu, algoritma sendiri merupakan urutan perintah logis dengan bahasa yang hanya bisa dimengerti oleh sebuah komputer. Dengan begitu komputer dapat melakukan perintah yang sudah diberikan oleh manusia.

Itulah mengapa, sebelum seorang programmer mempelajari bahasa pemrograman yang sangat kompleks dan rumit maka sangat penting agar mempelajari seputar notasi dari algoritma tersebut. Terdapat beberapa tokoh yang mendefinisikan istilah tersebut.

Misalnya saja adalah menurut Rinaldi Munir didalam buku Algoritma dan Pemrograman (1997) menyatakan bahwa notasi algoritma merupakan desain yang didalamnya berisi urutan dan langkah-langkah pencapaian solusi dimana tidak tergolong ke dalam bahasa pemrograman apapun.

Dengan begitu, notasi algoritma itulah menjadi dasar dari dibuatnya sebuah program komputer dan dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman. Secara umum, keberadaannya juga terdiri dari tiga jenis yakni kalimat deskriptif, pseudocode dan flowchart akan dijabarkan pada penjelasan berikutnya.

Karakteristik Algoritma

untuk memahami lebih jauh mengenai algoritma tersebut, maka penting agar memahami bagaimana karakteristik yang dimiliki terlebih dahulu. Seperti sudah kami singgung sebelumnya bahwa algoritma merupakan sebuah perintah terstruktur dan logis, maka mempunyai sejumlah karakter diantaranya adalah.

Teratur

Algoritma mempunyai ciri-ciri teratur atau well-ordered. Maka hal tersebut dapat membuktikan bahwa setiap langkah atau proses sudah tertata dalam urutan jelas sekaligus teratur.

Tidak Ambigu

Karakteristik berikutnya adalah unambiguous alias tidak ambigu. Disinilah oprasi yang telah dijelaskan tersebut bisa dipahami oleh komputer tanpa adanya penyederhanaan lebih lanjut.

Komputasi Efektif

Karakteristik terakhir adalah effextively computable alias komputasi efektif. Dimana komputer nantinya harus benar-benar bisa melakukan operasi sesuai dengan algoritma.

Jenis-jenis Notasi Algoritma

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa keberadaan dari notasi algoritma itulah ternyata juga masih dibedakan menjadi beberapa jenis. Sebagai informasi tambahan, penulisan dari algoritma itulah juga harus memenuhi kaidah sehingga mudah dimengerti sekaligus dipahami nantinya.

Berikut ini uraian lengkap mengenai jenis jenis notasi tersebut.

Deskriptif

Notasi algoritma deskriptif merupakan notasi yang menggunakan suatu deskripsi baik itu dalam bahasa Inggris, bahasa Indonesia ataupun bahasa  lainnya. Tujuannya adalah menggambarkan bagaimana rancangan langkah-langkah pemrograman yang akan dibuat.

Didalam notasi inilah juga terdapat berbagai kata kerja dalam bahasa inggris seperti start, write, read, display, read, then, print, if, end serta repeat. Untuk penulisannya terdapat tiga unsur utama yakni judul, pernyataan dan uraian.

Pernyataan sendiri merupakan bagian yang nantinya akan mendefinisikan variable, fungsi serta konstanta didalam pemrograman. Sedangkan uraian nantinya akan berisi mengenai langkah-langkah atau intisari di dalam algoritma suatu program komputer.

Contoh judul: menghitung volume dan luas balok algoritma nanti akan menerima masukkan seperti lebar, panjang dan tinggi. sesudah itu, algoritma akan menghitung volume dan luas balok.

Pernyataan:

  • Panjang : real
  • Lebar : real
  • Tinggi : real
  • Volume : real
  • Luas : real

Uraian:

  • Baca panjang balok
  • Baca lebar balok
  • Baca tinggi balok
  • Volume = panjang * lebar * tinggi
  • Luas = 2*(panjang*lebar*panjang*tinggi+lebar*tinggi)

Pseudocode

Pseudocode bukan termasuk ke dalam bahasa pemrograman sehingga tidak akan langsung dikompilasi sebagai program yang akan dikerjakan oleh komputer. Didalam pseudocode biasanya akan memanfaatkan sintaks sederhana.

Tujuannya sendiri agar lebih mudah merancang kode sebuah program sebelum nantinya akan dituliskan dalam bahasa pemrograman. Itulah sebabnya, pseudocode lebih mudah dipahami oleh manusia tetapi tidak dengan komputer.

Itulah mengapa agar nantinya notasi pseudocode tersebut dapat dimengerti oleh sebuah komputer, maka harus diterjemahkan ke sintaks bahasa pemrograman tertentu. Tujuannya dari penggunaan jenis notasi algoritma satu ini adalah agar bisa membuat algoritma dengan rancangan struktur program lebih efisien sebelum dituliskan ke dalam bahasa pemrograman tertentu.

Cara membuat pseudocode sendiri terdiri dari tiga bagian utama diantaranya adalah:

  1. Bagian judul

Pseudocode itulah harus mempunyai judul dimana nantinya akan menyatakan nama algoritma dan penjelasan mengenai algoritma tersebut.

  1. Bagian deklarasi

Didalam bagian inilah bertujuan untuk mengenalkan nama-nama variable atau konstanta. Selain itu juga untuk mengenalkan fungsi yang digunakan.

  1. Deskripsi

Merupakan bagian yang nantinya akan berisi struktur inti di dalam algoritma berupa langkah-langkah dituliskan secara berurutan. Terdapat sejumlah kata kunci seperti else, while, for, the, if, repeat yang sering digunakan.

Flowchart

Masih terdapat jenis notasi lainnya yakni notasi flowchart satu ini. Yakni merupakan algotritma yang menggunakan detail berupa grafis bagan yang akan berisi deskripsi langkah atau proses. Dalam menuliskan algoritama harus terdapat simbol-simbol jelas dan mudah dipahami oleh orang lain.

Cara penulisan algoritma inipun juga harus mengikuti sejumlah aturan diantaranya adalah simbol dalam flowchart harus dihubungkan oleh garis arrows dimana mendeskripsikan arah dari aliran, garis arrow biasanya keluar dari bagian bawah simbol dan masuk pada bagian atas dari sebuah simbol.

Aturan lainnya adalah aliran proses didalam notasi inilah bergerak simbol paling atas ke simbol paling bawah. Untuk mengawali dan mengakhirinya biasanya akan memanfaatkan adanya simbol terminal.

Jenis Simbol Dalam Notasi Flowchart

Seperti sudah kami jelaskan sebelumnya, bahwa didalam notasi flowchart sendiri akan menghadirkan sejumlah simbol penting didalamnya. Berikut ini, penjabaran dari simbol-simbol tersebut pada notasi flow chart:

Flow Direction Symbols

Merupakan simbol yang terdapat didalam notasi ini dimana memiliki fungsi untuk penghubung antara 2 simbol. Keberadaannya masih dibedakan menjadi beberapa simbol seperti arus, communication link, connector dan simbol offline connector.

Processing Symbols

Dimana keberadaan dari simbol inilah akan menunjukkan jenis operasi yang nantinya terjadi dalam proses. Simbol ini dibagi menjadi beberapa yakni simbol proses, simbol manual, simbol predefined, decision, terminal, keying operation, manual input serta simbol offline storage.

Simbol Input Output

Terakhir adalah adanya simbol input/output dimana nantinya akan menunjukkan jenis peralatan untuk media input dan output.

Notasi dari algoritama sendiri merupakan sebuah metode atau cara yang digunakan untuk menuliskan algoritma didalam sebuah sistem komputer. Notasi algoritma inilah mempunyai karakteristik dan jenis jenis berbeda yang perlu diketahui terutama bagi seorang programer.