Pengertian Beton Site Mix dan Jenis-Jenisnya

Diposting pada

Beton site mix adalah jenis beton siap pakai yang dibuat dengan memadukan bahan-bahan baku seperti semen, air, agregat dan aditif pada lokasi proyek. Proses pembuatannya dilakukan dengan menggunakan mesin mixer beton pada lokasi dan beton siap digunakan tanpa harus dibawa dari pabrik. Keuntungannya adalah fleksibilitas dan efisiensi waktu karena beton dapat dibuat sesuai dengan jumlah dan spesifikasi yang dibutuhkan untuk setiap proyek, tanpa harus menunggu pengiriman dari pabrik. Sifat dan kualitas beton juga dapat dipastikan karena bahan-bahan baku dapat dipantau dan dikontrol secara langsung pada lokasi.

Baca juga

Jenis Beton Site Mix

Berikut adalah beberapa jenis beton sitemix yang umum digunakan:

  1. Normal beton site mix: Beton ini digunakan untuk aplikasi umum seperti pembuatan dinding, lantai, dan plat lantai.
  2. High Strength beton site mix: Beton ini memiliki kekuatan yang lebih tinggi dan digunakan untuk aplikasi berat seperti kolom, balok, dan struktur bangunan.
  3. Lightweight beton site mix: Beton ini memiliki berat yang lebih ringan dan digunakan untuk aplikasi ringan seperti pembuatan atap, plafon, dan panel dinding.
  4. Fiber beton site mix: Beton ini ditambahkan dengan serat untuk meningkatkan kekuatannya dan meminimalkan risiko retak.
  5. Self-compacting beton site mix: Beton ini memiliki sifat auto-kompak dan digunakan untuk aplikasi yang sulit dijangkau oleh alat pemadat.
  6. Eco-friendly beton site mix: Beton ini dibuat dengan bahan baku ramah lingkungan seperti agregat alami dan semen hijau, dan digunakan untuk proyek lingkungan yang peduli.

Jenis beton sitemix yang digunakan akan tergantung pada spesifikasi dan jenis proyek yang sedang dikerjakan. Anda harus berbicara dengan pemasok beton site mix untuk memastikan bahwa jenis beton yang sesuai dengan kebutuhan proyek Anda.

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pengecoran dengan Beton Site mix

Berikut adalah metode pekerjaan umum untuk beton site mix:

  1. Persiapan bahan baku: Persiapan bahan baku seperti agregat, semen, air, dan aditif harus dilakukan sebelum proses pembuatan beton sitemix dimulai.
  2. Penyiapan lokasi: Area yang cukup luas harus disediakan untuk mesin mixer beton dan penyimpanan bahan baku.
  3. Pemasangan mesin mixer beton: Mesin mixer beton harus dipasang dan diperiksa untuk memastikan bahwa mesin dapat beroperasi dengan baik.
  4. Penambahan bahan baku: Bahan-bahan baku seperti agregat, semen, air, dan aditif harus ditambahkan ke mesin mixer beton sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan.
  5. Pemadatan beton: Setelah bahan baku ditambahkan, mesin mixer beton harus bekerja untuk memadatkan beton.
  6. Penyaluran beton: Setelah beton siap, beton harus disalurkan ke area yang dibutuhkan dengan menggunakan truk mixer atau pipa beton.
  7. Pemadatan dan pengerjaan permukaan: Setelah beton ditempatkan, beton harus dipadatkan dan dikerjakan permukaannya untuk memastikan bahwa permukaan beton rata dan bersih.
  8. Pengeringan dan curing: Setelah beton dikerjakan permukaannya, beton harus dibiarkan mengering dan melalui proses curing selama beberapa hari untuk memastikan kualitas beton.

Proses pekerjaan beton sitemix mungkin berbeda-beda tergantung pada spesifikasi dan jenis proyek yang sedang dikerjakan. Alat dan teknik yang digunakan juga mungkin berbeda-beda tergantung pada kondisi proyek.

Baca juga;

Kelebihan Beton Site Mix

Berikut adalah beberapa kelebihan dari beton sitemix:

  1. Fleksibilitas: Beton sitemix dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan proyek tanpa harus menunggu pengiriman dari pabrik, sehingga lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan proyek.
  2. Efisiensi waktu: Proses pembuatan beton sitemix dilakukan pada lokasi proyek, sehingga dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menunggu pengiriman beton dari pabrik.
  3. Kualitas yang terjamin: Bahan-bahan baku untuk beton sitemix dapat dipantau dan dikontrol secara langsung pada lokasi, sehingga kualitas beton sitemix dapat dipastikan.
  4. Biaya yang lebih efisien: Beton sitemix dapat dibuat sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan, sehingga dapat mengurangi biaya yang terbuang karena adanya sisa beton.
  5. Pembuatan yang lebih cepat: Proses pembuatan beton sitemix dilakukan pada lokasi, sehingga dapat mempercepat proses pembuatan beton.
  6. Dapat diterapkan pada proyek-proyek besar dan kecil: Beton sitemix dapat digunakan untuk berbagai jenis proyek, baik proyek besar maupun kecil, sehingga dapat memenuhi kebutuhan proyek yang berbeda-beda.

Kekurangan Beton Site Mix

Berikut adalah beberapa kekurangan dari beton sitemix:

  1. Ketersediaan bahan baku: Ketersediaan bahan baku seperti agregat, semen, dan air pada lokasi proyek mungkin menjadi masalah, terutama jika lokasi proyek terletak jauh dari sumber bahan baku.
  2. Kemampuan teknis: Beton sitemix membutuhkan mesin mixer beton dan operator yang berpengalaman dan terlatih untuk memastikan bahwa beton yang dibuat memenuhi spesifikasi yang diperlukan.
  3. Biaya tambahan: Beton sitemix mungkin memerlukan biaya tambahan untuk transportasi mesin mixer beton dan bahan baku, dan juga biaya untuk memperkerjakan operator dan teknisi.
  4. Kualitas yang tidak konsisten: Beton sitemix bergantung pada operator dan teknisi yang membuatnya, sehingga kualitas beton sitemix mungkin tidak selalu konsisten.
  5. Faktor cuaca: Kondisi cuaca yang buruk seperti hujan dan angin kuat dapat mempengaruhi kualitas beton sitemix yang dibuat.
  6. Perlu area yang cukup luas: Proses pembuatan beton sitemix membutuhkan area yang cukup luas untuk mesin mixer beton dan penyimpanan bahan baku, sehingga mungkin tidak praktis untuk proyek kecil atau proyek di kota besar.

Semoga info pengertian dari Beton Site Mix dan Jenis-Jenisnya ini bermanfaat. Jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

Tags:

  • site mix k 250
  • site mix adalah
  • site mix k300
  • beda site mix dan ready mix
  • beton on site
  • alat cor manual
  • batching plant
  • perbedaan beton ready mix dan beton precast