Plywood Adalah: Pengertian dan Jenis-jenisnya Lengkap

Diposting pada

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kayu, sehingga potensi dalam bidang industri mebel menjadi cukup besar. Namun, harganya yang cukup mahal membuat orang-orang mencari alternatif lain. Plywood adalah solusi yang tepat untuk mendapatkan material kayu yang lebih murah.

Dengan menggunakan Plywood, produsen dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menghemat biaya produksi. Material ini juga tidak sulit untuk dicari, karena hampir semua toko mebel memproduksinya. Bahan utama dari Plywood yaitu lembaran kayu tipis.

Cara produksinya adalah dengan menyusun lembaran-lembaran kayu tipis untuk ditumpuk menjadi beberapa lapis kemudian diberi lem. Dalam proses inilah, material Plywood sering disebut juga sebagai kayu lapis. Agar lebih merekat, lembaran kayu harus melalui proses penekanan.

Plywood Adalah..

Plywood Adalah Papan Pabrikan

Istilah Plywood sering dikenal sebagai tripleks atau multipleks. Akan tetapi, secara umum Plywood adalah papan pabrikan yang terdiri dari lapisan serat kayu dan kulit kayu (veneer) yang direkatkan menggunakan lem. Lapisan luar harus lebih kuat dari lapisan yang ada di tengah.

Tujuan perbedaan kekuatan pelapisan tersebut yaitu agar mampu mereduksi saat terjadi pemuaian serta tekanan tekuk. Lapisan disusun dan direkatkan dengan posisi saling bersilangan dan membentuk sudut 90° antar lapisan yang berdekatan.

Untuk menciptakan konstruksi yang seimbang dan mencegah terjadinya pembelokan, lapisan disusun dalam jumlah ganjil. Jika dibuat dalam jumlah genap, maka papan akan mudah terdistorsi dan tidak stabil. Kemudian dilakukan pengamplasan untuk menghaluskan permukaan papan.

Plywood dijual dalam bentuk lembaran dengan berbagai ukuran, misalnya 120 cm x 240 cm dengan ketebalan mulai dari 6 mm, 9 mm, 12 mm, 15 mm, 18 mm, dan 24 mm. Harga kayu lapis ini lebih murah, namun tetap memiliki banyak fungsi.

Jenis-Jenis Plywood

Plywood yang dijual di pasaran terbagi menjadi beberapa jenis. Konsumen dapat membeli sesuai dengan kebutuhan masing-masing dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. Nah, beberapa jenis Plywood tersebut diantaranya sebagai berikut.

1. Blockboard

Blockboard

Triplek meranti atau yang disebut juga blockboard adalah jenis Plywood dimana tiga lapisan kayu yang digabung menjadi satu. Oleh karena itu, triplek ini termasuk salah satu yang terkuat. Lapisan luarnya memiliki ketebalan sekitar 0,5 mm – 2 mm.

Adapun lapisan tengahnya biasanya terbuat dari meranti yang solid atau kayu akasia sehingga membuat blockboard menjadi kuat dan tidak dapat dilengkungkan. Pada permukaan bagian atas dan bawah Plywood ini dilapisi veneer kayu untuk memberikan tampilan yang halus dan mengkilap.

Meskipun demikian, arah serat dari blockboard sulit untuk dipotong. Untuk penggunaannya, Plywood ini sebaiknya hanya digunakan untuk kebutuhan interior. Hal ini disebabkan karena hanya mudah merekat jika menggunakan lem khusus interior.

Selain itu, veneer yang melapisi permukaan blockboard juga lebih mudah terkelupas dan mudah lapuk saat terkena udara luar. Ukuran standar dari Plywood ini yang terbuat dari kayu meranti adalah 2400 mm x 1120 mm.

2. Decorative Plywood (Melamin)

Decorative Plywood

Plywood melamin merupakan salah satu bahan yang sering digunakan untuk membuat dekorasi ruangan dan furniture. Bahan pelapisnya terbuat dari campuran melamin dan polyester yang diberi warna. Oleh karena itu, tekstur dari produk terlihat halus mengkilap dan cantik.

Produk-produk yang biasanya dibuat menggunakan Plywood ini berwarna dasar putih. Akan tetapi, juga dapat dibuat dalam warna-warna lain seperti cokelat, pink, merah, dan masih banyak lagi. Khusus konsumen yang ingin memesan melamin warna hitam, harus membuat pesanan khusus.

Ukuran melamin dijual dalam berbagai ukuran, mulai dari kecil, sedang, hingga besar. Harganya pun cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp25.000 hingga Rp450.000. Oleh karena bentuknya luarnya yang licin, maka Plywood ini lebih mudah untuk dibersihkan saat terkena noda.

Warna dari melamin cenderung awet dan tahan lama, sehingga konsumen tidak perlu sering-sering melakukan pengecatan ulang. Jika dibandingkan dengan Plywood lain, melamin tidak mudah lapuk karena lapisannya dibuat tidak berongga dan seratnya tertutup.

3. Teakblock

Teakblock

Plywood Teakblock adalah papan triplek yang dibuat dari bahan kayu jadi, tetapi bukan kayu jati yang solid. Prinsip pembuatannya yaitu merekatkan beberapa lembar kayu yang dipress menjadi satu. Triplek ini umumnya digunakan sebagai bahan flooring desain lantai atau pelapis papan kayu.

Dari segi estetika, Teackblock terlihat sangat elegan. Daya tahan yang dimilikinya pun cukup kuat. Plywood ini dapat dikelompokkan sebagai multiplek dimana lapisan luarnya adalah kayu jati sementara bagian dalamnya adalah kayu lunak.

Secara umum, cara pembuatan Plywood adalah sama, yaitu disusun, direkatkan, kemudian dibungkus. Untuk Teakblock, konsumen harus lebih berhati-hati saat memilih sebelum membeli. Hal ini disebabkan karena jika salah, maka dapat muncul sebuah rongga di antara potongan kayu.

Jika konsumen memilih Plywood jenis itu, maka sulit untuk dipasang menggunakan paku. Meskipun demikian, Teakblock juga memiliki lapisan serat kayu jati yang tidak teratur, sehingga terlihat memiliki nilai estetika yang tinggi dibandingkan dengan kayu olahan lainnya.

4. Particle Board

Particle Board

Plywood yang dibuat menggunakan potongan-potongan kayu dengan ketebalan kurang dari 3 mm. kemudian direkatkan menggunakan adhesive dan mesin press bertekanan tinggi disebut dengan Particle Board. Berdasarkan sejarah, Plywood ini muncul pertama kali pada era 1940-an di Eropa.

Saat itu, terjadi kekosongan jenis kayu lapis, sehingga bahan daur ulang yang ada digunakan kembali sebagai alternatif. Bahan daur ulang tersebut diantaranya serpihan, potongan, serta serbuk kayu yang dikumpulkan bersama kemudian dipadatkan.

Setelah pembuatannya berhasil, negara-negara lain pun turut untuk memproduksi Particle Board sebagian industri penggunaan kayu yang menguntungkan. Plywood ini dibuat dengan berbagai macam ukuran dan biasanya dimanfaatkan untuk kebutuhan flooring, furniture, interior, dan lain-lain.

Meskipun demikian, Particle Board juga memiliki kekurangan yaitu tidak tahan terhadap cuaca dan rentan dengan air. Akan tetapi, harga Plywood ini di pasaran tergolong murah karena termasuk dalam kelas menengah ke bawah.

5. Medium Density Fiberboard (MDF)

Medium Density Fiberboard

MDF merupakan Plywood yang terbuat dari serpihan kayu yang dipadatkan menggunakan lilin atau lem. Setelah merekat, akan dicetak menggunakan mesin yang memiliki tekanan dan temperatur yang tinggi. Cara membuat Plywood MDF adalah sebagai berikut.

  • Mengumpulkan dan mencuci serpihan-serpihan kayu hingga bersih
  • Merebus pada suhu tertentu
  • Tunggu hingga memiliki tekstur seperti bubur kertas
  • Campurkan dengan lilin atau lem
  • Aduk dan beri tekanan menggunakan mesin saat masih panas
  • Terbentuk papan solid.

MDF dijual di pasaran dalam bentuk lembaran yang mirip papan dan triplek dengan ukuran standar yaitu 1.220 mm x 2.400 mm dan ketebalan yang berbeda-beda. Kelebihan utama dari Plywood ini yaitu memiliki kepadatan yang medium sehingga tidak mudah untuk bengkok maupun patah.

Plywood MDF digunakan untuk membuat berbagai furniture rumah seperti lemari, laci, meja belajar, kusen jendela, dan masih banyak lagi. Umumnya, furniture tersebut dijual dalam bentuk potongan sehingga konsumen yang akan merakitnya sendiri.

Kayu banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Akan tetapi, harganya yang relatif mahal membuat sebagian besar orang memutuskan untuk mencari material alternatif. Nah, salah satunya dengan membeli Plywood.

Plywood adalah papan pabrikan yang terdiri dari lapisan serat kayu dan kulit kayu (veneer) yang direkatkan menggunakan lem. Lapisan luar harus lebih kuat dari lapisan yang ada di tengah. Contoh produk dari Plywood adalah lemari, rak, meja belajar, kusen jendela, dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *