Lompat ke konten

3 Contoh Green Building Rating System

ilmuteknik.id - 3 Contoh Green Building Rating System

Green Building Rating System (GBRS) atau Sistem rating bangunan hijau merupakan satndar yang mendorong penerapan praktik yang berkelanjutan secara lingkungan, sosial dan ekonomi dalam desain, konstruksi dan pengoperasian bangunan (atau lingkungan).
GBRS bertujuan untuk membimbing dan menilai proyek sepanjang siklus hidupnya, sehingga membatasi dampak negatif terhadap lingkungan, serta pada kesehatan dan kesejahteraan penghuni gedung, dan bahkan mengurangi biaya operasional. Sistem rating ini terdiri dari penilaian tahap perencanaan, konstruksi, dan pemanfaatan. Di dalam masing-masing sistem tersebut terdapat indikator-indikator yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian. Terdapat GBRS di seluruh dunia, bervariasi dalam pendekatan, proses aplikasi, dan cara evaluasinya.

Baca juga 5 Istilah dalam Bangunan Ramah Lingkungan

Berikut ini merupakan 3 Contoh Green Building Rating System:

A. LEED

LEED adalah standar sertifikasi bangunan hijau yang digunakan di Amerika Serikat. LEED memiliki sembilan area fokus, termasuk lokasi dan transportasi, lokasi yang berkelanjutan, efisiensi air, energi dan atmosfer, material dan sumber daya, kualitas lingkungan dalam ruangan, inovasi, prioritas regional, dan proses integratif. Program sertifikasi LEED bertujuan agar bangunan menggunakan sumber dayanya secara lebih efisien dan menciptakan lingkungan yang aman bagi semua penghuninya sepanjang siklus hidup bangunan.

B. Building Research Establishment Environmental Assessment Method (BREEAM)

Building Research Establishment Environmental Assessment Method (BREEAM) merupakan sistem peringkat bangunan hijau tertua, Sistem peringkat bangunan hijau ini diukur dalam 9 kategori: manajemen, kesehatan dan kesejahteraan, transportasi, air, material, penggunaan lahan dan ekologi, dan polusi. BREEAM bertujuan untuk membuat bangunan lebih berkelanjutan, serta meningkatkan kinerja dan efisiensi bangunan.

Baca juga Sistem Pengolahan Limbah Ramah Lingkungan

C. Comprehensive Assessment System for Build Energy Environment Efficiency (CASBEE)

CASBEE, atau Comprehensive Assessment System for Build Energy Environment Efficiency merupakan sistem penilaian untuk konstruksi baru maupun bangunan yang sudah ada di seluruh Jepang. Program ini berfokus pada efisiensi energi dan sumber daya, serta lingkungan sekitar dan dalam ruangan. CASBEE dirancang untuk mengurangi siklus hidup penggunaan sumber daya, serta meningkatkan kualitas hidup penghuni bangunan dan masyarakat sekitar.

D. GREENSHIP

GREENSHIP, sebuah perangkat penilaian yang disiapkan dan disusun oleh Green Building Council (GBC) Indonesia, untuk menentukan apakah suatu bangunan dapat dinyatakan layak bersertifikat bangunan hijau atau belum. Sistem peringkat bangunan hijau ini diukur dalam 6 kategori: efisiensi dan konservasi energi, sumber dan siklus material, kesehatan dan kenyamanan dalam ruang, tepat guna lahan, manajemen lingkungan bangunan, dan konservasi air. Tingkatan peringkat bangunan hijau oleh greenship terdiri dari platinum, emas, perak dan perunggu. Meskipun memiliki perbedaan, organisasi-organisasi tersebut mematuhi struktur evaluasi umum yang sama: kinerja proyek diukur menggunakan seperangkat indikator yang relevan, dikelompokkan per topik seperti pengelolaan air, penggunaan energi, bahan, kualitas lingkungan. Setiap persyaratan yang dinilai diberi skor/penilaian yang menentukan tingkat keberlanjutan yang dicapai.

Baca juga Mewujudkan Bangunan Ramah Lingkungan

Bantu dan support ilmuteknik untuk terus membagikan ilmu-ilmu bermanfaat dengan cara MENGKLIK 1 IKLAN yang menurut kamu menarik.

Semoga artikel ini tentang 3 Contoh Green Building Rating System ini bermanfaat . Jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications