3 Komponen Grease atau Gemuk Beserta Fungsinya

Di kesempatan kali ini ILMUTEKNIK akan membahas tentang berbagai macam komponen gemuk atau stempet atau dalam bahasa internasionalnya yaitu grease. Nah gemuk (grease) sendiri yaitu sebuah pelumas semi solid atau berbentuk pasta yang terbuat dari tiga bahan utama yaitu :

3 Komponen Grease

1. Base Lubricant Oil

Base lubricant oil atau lemak hewani atau nabati yang dari mineral ataupun sintetik. Ini merupakan komponen utama dalam formula grease yang memiliki pengaruh besar terhadap karakteristik gemuk itu sendiri. Berfungsi untuk mengurangi gesekan antar bagian mesin.

Untuk base lubricant kebanyakan produk pelumas sekarang menggunakan minyak yang mengandung mineral sebagai komponen dasarnya. Nah gemuk berbasis minyak mineral ini memberikan kinerja yang cukup memuaskan dalam dunia industri. Pada lingkungan yang sangat ekstrim misalnya suhu panas / suhu dingin oli minyak tidak mampu bekerja maksimal, oleh karena itu biasanya digunakan gemuk yang berbahan baku sintetis agar memberikan stabilitas kerja yang lebih baik.

2. Thickener atau pengental

Thickener atau pengental ini merupakan material kombinasi dari beberapa gemuk yang menghasilkan struktur padat hingga setengah cair atau semisolid. Pengental ini berfungsi untuk mempertahankan posisi pelumas ketika poros/komponen tersebut sedang berputar.

Bahan utama thickener adalah metalic soap atau sabun logam yaitu antara lain lithium, aluminium, clay, polyurea, natrium dan kalsium. Tipe thickener dengan soap kompleks sangat diminati karena lebih stabil dan kinerja lebih maksimal, selain itu drop point atau titik mulai memudarnya lebih tinggi dan kemampuan membawa beban yang sangat baik. Tipe thickener kompleks yaitu Lithium Complex, Aluminum Complex, Calcium Sulfonate Complex, dll. Sementara thickener non soap digunakan pada mesin bersuhu tinggi, contoh thickener non soap yaitu bentonit dan silika aerogel. Sistem kategori atau grade dari gemuk / grease distandarkan oleh National Lubrication and Grease Institute (NGLI).

ilmuteknik.id - Classification of grease under NLGI consistency class 7

3. Aditive

Aditive yaitu sebagai tambahan sehingga grease memiliki high viscosity atau tingkat kekentalan tinggi. Memiliki fungsi untuk meningkatkan sifat chemical properties sesuai tempat penggunaannya.

Aditif yang paling umum adalah anti oksidasi dan penahan karat/ inhibitor, tekanan yang ekstrim, anti aus, dan agen mengurangi gesekan-.Selain aditif ini, ada bahan tambahan yang dikenal dengan solid lubricant seperti molibdenum disulfida (moly)Teflon, PFPE atau grafit dapat dikombinasikan dalam grease untuk mengurangi gesekan dan keausan tanpa reaksi kimia yang merugikan pada permukaan logam selama beban berat dan kecepatan lambat.

Fungsi Gemuk

Fungsi dan Kegunaan grease / gemuk yang pertama yaitu sebagai lubricating atau pelicin. Kedua sebagai sealing atau pengisi celah-celah antar bagian mesin.

Baca juga Pelumasan -Tujuan, Metode dan Fungsi Pelumasan

Terima kasih dan semoga bermanfaat. Ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami di ILMU TEKNIK dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *