Cara Membaca Kode Input dan Output Pada Charger Smartphone

Cara membaca kode input dan output pada charger smartphone sebenarnya tergolong sulit, apalagi bagi kalian yang sangat awam tentang kelistrikan. Kali ini ILMUTEKNIK akan mengajari kalian tentang cara membaca kode input dan output pada charger yang tertera dalam sebuah charger HP.

Kode-kode ini sebenarnya merujuk pada kemampuan dan batas arus masuk dan keluar pada charger tersebut. Fungsi kode pada charger yaitu memberitahu pengguna mengenai batas arus yang dapat digunakan serta cocok untuk smartphone tersebut.

Sebelum masuk tentang pembahasan kode-kode tersebut, sebaiknya kita kenali dulu fungsi charger ini. Fungsi charger sebenarnya adalah untuk menurunkan voltase dan arus listrik agar aman digunakan untuk mengisi baterai smartphone.

Baca juga Apa itu fast charging?

ilmuteknik.id - kode-kode charger smartphone

1. Pengertian Kode Input charger

Misalnya kode input yang tertera pada charger yaitu:

Input : 100-240V – 50-60Hz 0,5A

Arti dari kata input yaitu menyatakan tegangan listrik yang masuk yaitu antara 100-240 Volt. Di Indonesia sendiri standar tegangan listrik rumah tangga yaitu 220-230 Volt. Sementara kode “50-60Hz” menunjukkan frekuensi listrik optimal charger tersebut bisa bekerja dengan baik. Artinya ada 50-60 gelombang listrik per 60 detik, atau 50-60 gelombang sinus dalam satu detiknya. Kamu tak perlu khawatir, untuk frekuensi PLN juga berkisar antara 50-60Hz, jadi aman untuk charger.

Baca juga Wireless Charger – Charger HP Tanpa Kabel

2. Pengertian Kode Output charger

Output : 5.0 Vdc 2.0 A

Kode output charger tersebut artinya daya yang dihasilkan oleh charger dan akan dimasukkan kedalam baterai smartphone yaitu 5 Volt DC (Arus Searah) dengan besar arus 2 Ampere.

Besarnya output charger juga bervariasi, ada yang 0,5A, 1A hingga 2A.

Nah gampang kita bayangkan arus listrik seperti arus air. Jika air mengalir lebih cepat maka lebih cepat pula bagi air memenuhi wadah tersebut, sementara jika arusnya pelan maka semakin lama bagi air tersebut mengisi wadah.

Menggunakan arus yang lebih besar memang dapat mempersingkat waktu pengisian baterai smartphone, namun efeknya yaitu baterai menjadi cepat panas.

Bagimana jika mengisi daya baterai menggunakan Charger yang bukan ori atau tidak sesuai spesifikasi?

Kemungkinan pertama,

Jika spesifikasi diatas charger ori maka pengisian daya menjadi lebih cepat, namun efeknya baterai cepat panas dan berisiko terhadap ketahanan baterai tersebut.

Baca juga 25 Cara Menghemat Baterai HP yang Ampuh

Kemungkinan kedua,

Jika spesifikasi dibawah charger ori maka pengisian daya baterai akan menjadi lebih lama, bahkan tidak dapat digunakan sama sekali.

ILMUTEKNIK sarankan sebaiknya kamu gunakan charger smartphone bawaan atau ori, karena memang sudah di desain agar bekerja secara optimal dalam mengisi daya baterai smartphone tersebut.

Semoga artikel tentang Cara Membaca Kode Input dan Output Pada Charger Smartphone ini bermanfaat dan jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *