ILMU TEKNIK : Pengertian Pekerasan Jalan Raya dan Contoh Kasusnya

Desain Perkerasan Jalan

Lapisan perkerasan jalan berfungsi untuk menerima dan menyebarkan beban lalu lintas tanpa menimbulkan kerusakan yang berarti pada jalan itu sendiri. Sehinnga menimbulkan kenyamanan kepada pengemudi selama perjalanaan tersebut.  Dengan demikian perencanaan tebal lapisan harus dipertimbangkan secara optimal.
Menurut Departemen Pekerjaan umum (1987), yang dimaksud dengan perkerasan lentur (flexible pavement) adalah perkerasan pasa umumnya menggunakan bahan campuran beraspal sebagai lapisan permukaan serta sebagai bahan butiran sebagai lapisan dibawahnya. Bagian perkerasan bagian jalan lentur umumnya terdiri dari :
1. lapisan permukaan (surface course )
2. lapisan pondasi atas ( base course )
3. lapisan pondasi bawah ( sub base course )
4. Tanah dasar
Penjelasan :
  • Lapisan Permukaan

Lapisan permukaan adalah lapisan perkerasan yang paling atas. Fungsinya antara lain :
  1. Sebagai lapisan penahan beban roda selama pelayanan. Karena memiliki stabilitas yang tinggi.
  2. Sebagai lapisan yang kedap air mencegah agar air tidak meresap dilapisan bawahnya.
  3. Sebagai lapisan aus menahan gesekan roda kendaraan.
  4. Untuk menyebarkan bebean di lapisan bawahnya yang memiliki daya dukung lebih rendah.

  Pemilihan bahan lapisan permukaan perlu mempertimbangkan kegunaan, umur, perencaan, pentahapan konstruksi, agar dicapai maanfaat yang maksimal dari biaya yang dikeluarkan.
  • Lapisan Pondasi Atas

Lapisan pondasi atas merupakan bagian perkerasan yang terletak antara lapisan permukaan dan lapisan pondasi bawah, fungsi pondasi lapisan atas adalah :
  1. Menahan beban roda dan menyebarkan kelapisan bawahnya.
  2. Sebagai perletakan dari lapisan permukaan.

  • Lapisan Pondasi Bawah

Lapisan pondasi bawah terletak diantara lapisan pondasi atas dan lapisan tanah dasar. Fungsi lapisan ini antara lain:
  1. Mendukung konnstruksi perkerasan.
  2. Mengefisiensikan penggunaan matrial perkerasan.
  3. Sebagai lapisan awal agar perencanaan konstruksi berjalan dengan lancar

  • Tanah Dasar

Tanah dasar adalah permukaan tanah semula atau permukaan tanah galian atau permukaan tanah timbunan yang dipadatkan dan merupakan dasar untuk perletakan perkerasan lainnya. Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan tergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar.
Pada penelitian ini digunakan program Flexi-Man. Program tersebut adalah program yang dipakai untuk penentuan tebal perkerasan lentur untuk jalan baru, pelapisan tambahan dan konstruksi bertahap. Dari program Flexi-Man akan didapat perhitungan susunan tebal tiap lapisan perkerasan. Untuk menjalankan program Flexi-Men ini diperlukan beberapa data. Data yang harus dimasukkan antara lain :
  1. Data kendaraan
  2. Data jalan dan data lalu lintas
  3. Data penunjang
  4. Data perkerasan

Penjelasan :
I. Data Kendaraan
Pada data kendaraan yang harus dimasukkan adalah tahun survey dan jenis kendaraan. Untuk jenis kendaraan diperlukan klasifikasi dan jumlahnya. Kelompok sumbu, tipe sumbu, beban total dan pembagian beban tiap kendaraan sudah tersedia. Jenis kendaraan yang tersedia meliputi kendaraan ringan, bus, truk, trailer, dll
II. Data Jalan dan Data Lalu Lintas
Pada data jalan yang harus dimasukkan adalah klasifikasi jalan, jalur jalan, jumlah arah, tahun jalan dibuka, dan umur rencana. Untuk lebar perkerasan akan diperoleh pada saat akan memsukkan jumlah jalur.
III. Data Penunjang
Pada data penunjang yang diperlukan adalah faktor regional (FR), nilai indek  permukaan akhir umum rencana (IPt) dan nilai CBR. untuk factor regional dapat di masukkan dengan keadaan di lapangan atau FR yang dikehendaki. Untuk menentukan keadaan FR dilapangan perlu mengetahui kelandaiaan dan iklimnya. Pada jalan-jalan tertentu seperti persimpangan, pemberhentian, atau tikungan tajam (jari-jari <30 meter) nilai fr ditambah 0,5. Sedagan pada daerah rawa-rawa nilai FR ditambah 1,0. Untuk indeks permukaan akhir umum (IPt). Diperlukan IPt yang dianjurkan dan IPt yang dikehendaki. Setelah itu harus dimasukkan data CBR tanah dasar. Pada program ini hasil CBR ini bias didapatkan melalui perhitungan.
IV. Data Perkerasan
Pada data perkerasan, tebal dari tiap lapisan harus dihitung. Data yang perlu dimasukkan meliputin data perkerasan lapis permukaan (surface), data lapis pondasi (Base) data lapis pondasi bawah (Subbase) begitu juga pada saat memasukkan data marsall stability, dapat diperoleh koefisien kekuatan relatif. Untuk tebal minimum lapisan tersebut harus didesain sendiri berapa ketebalan yang kita inginkan. Jenis-jenis bahan yang tersedia adalah laston, lasbutag, HRA, dan laspen.Untuk lapisan pondasi data yang perlu dimasukkan melipiti jenis bahan, kekuatan bahan, koefisien kekuatan relative dan tebal minimum lapisan, untuk kekeuatan baha dapat berubah tergantung dari jenis bahan (laston atas, lapen, stab, tanah, batu pecah)
(Source : https://www.maccaferri.com)
Tentunya kita tidak asing dengan yang namanya jalan raya, hampir setiap hari di lalui oleh kita, lalu bagaimana supaya jalan raya tersebut tidak rusak ketika dilalui kendaraan yang beratnya bersatuan ton. untuk membuat jalan yang kuat maka harus dilakukan kegiatan menghitung tebal perkerasan jalan raya sehingga dapat direncanakan konstruksi yang kokoh, berikut ini gambaran tentang perhitunganya:

  • Rumus fisika yang bersangkutan dengan jalan raya adalah rumus Gaya gesek :
Rumus gaya gesek   :      f = u.N
f = gaya gesek
u = koefisien gerakan
N = gaya normal

  • Data Jalan Raya
Misalnya kita akan merencanakan tebal perkerasan jalan raya 2 jalur dengan data lapangan sebagai berikut :
Umur rencana jalan, Ur = 10 tahun
Jalan akan dibuka pada tahun 2014
Pembatasan beban as= 8 ton
Setelah dilakukan pengamatan diperoleh volume lalu lintas sebagai berikut:
Mobil penumpang, pick up, mobil hantarn dan sejenisnya sebanyak 1219 perhari
Bus yang melintas di jalan raya sebanyak 353 per hari
Truck 2 as : 481 / hari
Truck 3 as : 45 / hari
Truck 4 as : 10 / hari
Truck 5 as : 4 / hari
LHR th.2010 :  2112 bh kendaraan perhari untuk 2 jurusan
Waktu pelaksanaan, n= 4 tahun
Perkembangan lalu lintas jalan raya, i= 8 % per tahun
Faktor regional, FR = 1.00
Bahan perkerasan jalan raya yang akan dipakai sebagai berikut:
Aspal beton atau penetrasi makadam ( surface course )
Water bound macadam ( base course )
Pondasi bawah kelas C ( Subbase course )
CBR =

  • Perhitungan Konstruksi Jalan Asphalt
Selanjutnya menghitung tebal perkerasan jalan raya dari data-data diatas
Bus  = 353
Truck 2 as  = 481
Truck 3 as  = 45
Truck 4 as  = 10
Truck 5 as  = 4
Jumlah kendaraan berat ( bus dan truck ) KB = 893 bh
BB = (353/893)x100%=39.5%
B2T =(481/893)x100%=53.86%
B3T = (45/893)x100%=5.05%
B4T = (10/893)x100%=1.14%
B5T = (4/893)x100%=0.45%
Mobil penumpang = 1219 bh
Jumlah LHR = 2112 bh
AKB =( 893/2112)x100%=42%
AKR =( 1219/2112)x100%=58%
Waktu pelaksanaan pekerjaan jalan raya , n= 4 tahun
Pertumbuhan lalu lintas i = 8% pertahun
LHRop = 2112( 1+0.08)^4 = 2873
Jumlah jalur = 2 Ckiri= 50% , Ckanan= 50%
Umur rencana = 10 tahun pertumbuhan lalu lintas jalan raya = 8%/tahun
FP = 1.44 ( tabel FP )
i.p = 2.5 ( tabel I.P )
LERur = 639.71
I.P = 2.5 dari grafik diperoleh ITP = 10.25
CBR = 3 DDT = 3.8
ITP = a1.D1 + a2.D2 + a3.D3 + a4.D4
Dsini mencari Nilai ITP yang lebih dari 10.25
Lapisan permukaan=a1=0.40 & D1=10, a1xD1=4.00
Lapisan pondasi =a2=0.14 &D2=20, a2xD2=2.80
Lapisan pondasi bawah =a3=0.11 &D3=32, a3xD3=3.52
Lapisan perbaikan tanah dasar =a4=0 &D4=0, a4xD4=0
 Jumlah ITP hasil perhitungan = 10.32 (jadi  jalan raya aman )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *