ILMU TEKNIK : PENYEBAB DAN SOUSI MCB TRIP (JEGLEK) SAAT MENYALAKAN KOMPUTER

Seringkali kita temui permasalahan saat hendak menyalakan komputer, salah satunya yaitu MCB Jeglek, dalam bahasa teknik jeglek biasanya disebut dengan trip. Berikut ini akan kami jelaskan mengenai penyebab MCB trip/jeglek saat menyalakan komputer.

Penyebab :

Dalam istilah tehnik hal yang menyebabkan “jeglek”-nya breaker / MCB isi disebut dengan “inrush current“, atau Arus Lonjakan. Lalu kenapa ada inrush current ini ? dan bagaimana solusinya ?
Kenapa :
Lonjakan arus ini terjadi pada semua perlatan listrik yang menggunakan prinsip electromagnetic atau semua yang berhubungan dengan liitan / induksi dan capasitor.
Saya akan menjelaskan yang terjadi pada PSU, Inrush current ini digunakan untuk mengisi / charge capasitor penstabil tegangan, yang tadinya kosong waktu mati, dengan sangat cepat.
Berdasarkan hukum Ohm, bahwa arus yang mengalir dalam sebuah rangkaian berbanding terbalik dengan resistansi, serta berbanding lurus dengan tegangan.
I=V/R
Saat terjadi inrush current, resistansi nyaris 0, atau anggap saja dengan 1 ohm, karena hanya resistansi kabel saja, maka yang terjadi adalah :
I=220 Volt / 1 Ohm
I=220 Ampere.
Ini hanya perkiraan kasar, namun lebih dari cukup untuk membuat “jeglek”.

Jadi bagaimana solusi agar MCB tidak jeglek/trip saat kita hendak menyalakan komputer?. Berikut ini merupakan solusi dari jegeleknya MCB saat kita hendak menyalakan komputer.
Solusi :
Sebenarnya kebanyakan alat alat elektronik jaman sekarang telah memberikan pengaman agar inrush current ini tidak terlalu tinggi, namun karena banyak hal, seperti pemasangan stop kontak yang tidak bagus, kabel yang usang, dan banyaknya beban yang ada dalam instalasi tersebut, menyebankan fenomena “jeglek” ini tetap terjadi. Ada beberapa hal yang bisa dicek untuk menyelesaikan masalah ini :
  1. Periksa berapa daya PSU yang dipakai ? jika PSU dengan 1000 W atau 1200 W, sedangkan instalasi hanya menggunakan 450 W atau 900 W, saya bisa pastikan akan selalu “jeglek”. Jika hal ini sudah benar maka :
  2. Periksa pengkabelan dalam instalasi dan stop kontak, pastikan bahwa anda menggunakan kabel yang bagus (kadang ada kabel yang keropos didalamnya, sehingga panas, dan melakukan hubungan pendek dengan kabel disampingnya).
  3. Cek MCB, terkadang MCB yang terlalu lemah, karena aus dimakan usia, tidak kuat untuk daya yang seharusnya dia masih kuat. Kalau semua sudah OK, dan masih tetap sama, maka :
  4. Gunakan soft starter, sebenarnya ini merupakan rangkaian yang sangat sederhana bagi kami para electrician, namun berhubung ini juga mata pencaharian kami, jadi saya tidak bisa beberkan disini, bisa di cari di market place atau ke toko listrik terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *