Pengertian Kekasaran Permukaan di Bidang Manufaktur

Pengertian Kekasaran Permukaan

(Menurut Sudji, 2017) Pengertian kekasaran permukaan sering disingkat menjadi kekasaran, merupakan komponen tekstur permukaan. Hal ini diukur dengan penyimpangan ke arah vektor normal permukaan nyata dari bentuk idealnya. Jika penyimpangan ini besar, permukaannya kasar, Jika kecil, permukaannya halus.

Baca juga Bagian-Bagian Etiket atau Kolom Gambar

Dalam metrologi permukaan, kekasaran biasanya dianggap sebagai komponen frekuensi tinggi, panjang gelombang pendek dari permukaan yang diukur. Namun, dalam praktiknya, perlu diketahui amplitudo dan frekuensi untuk memastikan bahwa permukaan sesuai untuk suatu tujuan. Kekasaran memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana sebuah objek nyata akan berinteraksi dengan lingkungannya. Permukaan kasar biasanya  lebih cepat aus dan memiliki koefisien gesekan yang lebih tinggi daripada permukaan yang halus.

Meskipun nilai kekasaran yang tinggi sering kali tidak diin ginkan, sulit untuk dikendalikan dan mahal di bidang manufaktur. Sebagai contoh, sulit dan mahal untuk mengendalikan kekasaran permukaan komponen pemodelan deposisi pemicu yang dipalsukan. Mengurangi kekasaran permukaan biasanya meningkatkan biaya pembuatannya. Hal ini sering mengakibatkan trade-off antara biaya produksi komponen dan kinerjanya dalam penerapan.

Pengertian permukaan adalah suatu batas yang memisahkan benda padat dan cair dengan sekitarnya. Dalam prakteknya, bahan yang digunakan untuk benda kebanyakan dari besi atau logam. Nah karena itulah mengapa benda-benda padat yang bahannya terbuat dari tanah, batu, kayu dan karet tidak dipelajari mengenai karakteristik permukaan dan pengukurannya. Istilah lain yang berkaitan dengan permukaan yaitu profil.

Baca juga Jenis – Jenis Pahat Bubut Beserta Urutan Kekuatannya

Profil atau bentuk yang dikaitkan dengan istilah permukaan mempunyai arti tersendiri yaitu garis hasil pemotongan secara normal atau serong dari suatu penampang permukaan. Untuk mengukur dan menganalisis suatu permukaan dalam tiga dimensi adalah sulit. Untuk mempermudah pengukuran maka penampang permukaan perlu dipotong. Pemotoangan ini mempunyai 4 cara yaitu pemotongan normal, singgung, serong dan pemotongan singgung dengan jarak kedalaman yang sama. Garis hasil pemotongan inilah disebut profil, dalam kaitannya dengan permukaan.

ilmuteknik.id - Perbedaan antara bidang dan profil
Perbedaan antara bidang dan profil

Bentuk dari suatu permukaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu permukaan yang bergelombang (waveness) dan permukaan yang kasar (roughness). Permukaan yang kasar berbentuk gelombang pendek yang tidak teratur dan terjadi karena getaran pisau (pahat) potong atau proporsi yang kurang tepat dari pemakanan (feed) pisau potong dalam proses pembuatannya.

Sementara permukaan yang bergelombang mempunyai bentuk gelombang yang lebih panjang dan tidak teratur,karena adanya beberapa faktor misalnya posisi senter yang tidak tepat, adanya gerakan tidak lurus (non linier) dari pemakanan (feed), tidak imbangnya (balance) batu gerinda, getaran mesin, perlakuan panas (heat treatment) yang kurang baik, dan sebagainya. Dari kekasaran (roughness) dan gelombang (waveness) kemudian timbul kesalahan bentuk. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah.

ilmuteknik.id - Kekasaran, gelombang dan kesalahan bentuk dari suatu permukaan
Kekasaran, gelombang dan kesalahan bentuk dari suatu permukaan

Simbol Kekasaran Permukaan

Pada gambar teknik simbol kekasaran permukaan biasanya berupa segitiga sama sisi dengan salah satu ujungnya menempel pada permukaan. Pada simbol segitiga ini juga terdapat angka dan simbol yang memiliki beberapa arti.

ilmuteknik.id - Simbol Kekasaran Permukaan
Simbol Kekasaran Permukaan

Baca juga Pengenalan Sebelum Memilih Jurusan Teknik Mesin

Pada proses pengerjaan dengan mesin bubut, nilai kekasaran permukaan merupakan faktor yang sangat penting dalam bidang produksi, karena ukuran nilai kekasaran permukaan ini akan menentukan dalam hal menjamin mutu, akurasi dan kepresisian suatu komponen. Untuk memperoleh kualitas dari hasil pengerjaan pemesinan dari hasil bubutan diperlukan pengerjaan finishing dengan mengatur kecepatan putaran, kedalaman pemakanan dan kecepatan langkah pemakanan. Yang bertujuan untuk mencapai suatu angka standar yaitu angka kekasaran permukaan rata-rata (Ra) dengan nilai tingkat kekasaran permukaan (N) tertentu. Untuk menghitung nilai angka kekasaran permukaan rata-rata yaitu dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

ilmuteknik.id - Rumus kekasaran permukaan
Rumus kekasaran permukaan

Nilai Ra adalah jumlah rata-rata puncak tertinggi dan terendah setiap gelombang serta berbanding terbalik dengan panjang sampel.

Semoga artikel tentang Pengertian Kekasaran Permukaan di Bidang Manufaktur ini bermanfaat dan jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

One thought on “Pengertian Kekasaran Permukaan di Bidang Manufaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *