Jenis – Jenis Pahat Bubut Beserta Urutan Kekuatannya

Berikut ini adalah material-material pahat bubut secara berurutan dari yang paling lunak tetapi ulet sampai dengan yang paling keras tetapi getas, yaitu :

1. Baja Karbon Tinggi

2. HSS (High Speed Steels)

3. Paduan Cor Nonferro

4. Karbida

5. CBN (Cubic Baron Nitride)

Pahat Bubut Baja Karbon Tinggi

Baja dengan kandungan karbon yang relatif tinggi (0,7% – 1,4% C) tanpa unsur lain atau dengan presentase unsur lain yang rendah (2% Mn, W, Cr) mampu mempunyai kekerasan permukaan yang cukup tinggi. Permukaan yang cukup tinggi ini didapat dari perlakuan panas yang dilakukan pada material tersebut (500 – 10000oC). Karena martensitnya akan melunak pada temperatur sekitar 2500C maka baja karbon ini hanya bisa digunakan pada kecepatan potong yang rendah dan untuk memotong logam yang lunak ataupun kayu.

Baca juga DESAIN MESIN MINI FOGGING DENGAN AUTODESK INVENTOR 2016

Pahat Bubut HSS (High Speed Steels)

Pada tahun 1898 ditemukan jenis baja paduan tinggi dengan unsur paduan Krom (Cr) dan Tungsten/Wolfram (W). Melaui proses penuangan pada cetakan dan kemudian diikuti dengan proses pengerolan atau pun penempaan, baja ini dibentuk menjadi bentuk batang atau silinder. Pada kondisi lunak (annealed) bahan tersebut dapat diproses secara pemesinan menjadi berbagai macam bentuk pahat potong. Setelah proses perlakuan panas dilkukan pada material paduan tersebut, maka kekerasannya akan cukup tinggi sehingga dapat digunakan pada kecepatan potong yang tinggi (sampai 3 kali kecepatan potong dari baja karbon tinggi), sehingga dinamakan Baja Kecepatan Tinggi (HSS), apabila telah aus HSS dapat diasah sehingga mata potongnya tajam kembali. Karena sifat keuletannya yang cukup baik sampai saat ini HSS tetap digunakan sebagai pahat potong. Pada perkembangannya berbagai jenis HSS (High Speed Steels) banyak ditemukan dengan berbagai jenis unsur paduan seperti, W, Cr, V, Mo, dan Co. Pengaruh unsur-unsur tersebut terhadap unsur dasar besi (Fe) dan karbon (C) adalah sebagai berikut :

  1. Tungsten/Wolfram (W), Tungsten/Wolfram dapat membentuk karbida (padauan yang sangat keras) yang menyebabkan kenaikan temperatur untuk proses hardening dan tempering.
  2. Chromlum (Cr), Chrom merupakan elemen pembentuk karbida, akan tetapi Cr menaikkan sensitifitas terhadat overheating.
  3. Vanadium (V), menurunkan sensitifitas terhadap overheating, vanadium juga merupakan elemen penbentuk karbida.
  4. Molybdenum (Mo), mempunyai efek yang sama seperti W, (2 % W dapat digantikan dengan 1 % Mo). Dengan penambahan 0,4 % samapi 0,9 % Mo dalam HSS dengan paduan utama W dapat dihasilkan HSS yang lebih liat sehingga mampu menahan bebah kejut. Kelemahannya adalah lebih sensitif terhadap (hangusnya ujung-ujung yang runcing) sewaktu dilakukan proses perlakuan panas. Cobalt (Co), bukanlan elemen pembentuk karbida ditambahkan pada HSS untuk menaikkan tahan keausan. Paduan Cor Nonferro Paduan nonferro terdiri atas empat elemen utama serta sedikit tambahan beberapa elemen lain untuk memperbaiki berbagai sifat-sifatnya. Elemen utama adalah Cobalt (Co) sebagai pelarut bagi elemen-elemen lain. Elemen kedua yang penting adalah Chromlum (Cr) dengan persentase sebesar 10 % sampai dengan 35 %, yang membentuk elemen karbida. Elemen ketiga adalah Tungsten/Wolfram (W) dengan persentase sebesar 10 % sampai dengan 25 %, sebagai elemen pembentuk karbida Tungsten/Wolfram (W), menaikkan kekerasan secara menyeluruh. Dan elemen yang keempat adalah karbon (C) dengan persentase (C) 1 % untuk jenis yang relatif lunak dan (C) 3 % menghasilkan jenis yang keras serta tahan aus.

Pahat Bubut Karbida

Karbida ditemukan pada tahun 1923 merupakan bahan pahat yang dibuat dengan memadukan serbuk karbida (nitrida, oksida) dengan bahan pengikat yang umumnya dari Cobalt (Co). Dengan cara Carbolising masing-masing bahan dasar (serbuk) Tungsten/Wolfram (W), Titanium (Ti), Tantalum (Ta) dibuat menjadi karbida yang kemudian digiling dan disaring. Salah satu atau campuran serbuk karbida tersebut kemudian dicampur dengan bahan pengikat (Co) dan dicetak. Semakin besar persentase dari pengikat (Co) maka kekerasannya akan menurun dan keuletannya membaik. Ada tiga jenis utama dari pahat karbida yaitu:

  1. Karbida Tungsten, yang merupakan jenis pahat karbida yang digunakan untuk pememotong besi tuang.
  2. Karbida Tungsten Paduan, merupakan jenis pahat karbida yang digunakan untuk pemotongan baja.
  3. Karbida Lapis, merupakan jenis pahat karbida yang digunakan untuk pememotongan baja.
  4. CBN (Cubic Baron Nitride)

Baca juga Pengenalan Sebelum Memilih Jurusan Teknik Mesin

CBN pertama kali diperkenalkan pada tahun 1957. CBN digunakan untuk pemesinan dari berbagai jenis baja, besi tuang, HSS, maupun karbida. CBN dapat bekerja pada temperatur pemotongan sampai 13000 C (kecepatan potong yang tinggi). Namun karena harga pahat CBN yang masih sangat mahal sehingga pemakaiannya pun masih sangat terbatas.

Semoga artikel tentang Jenis – Jenis Pahat Bubut Beserta Urutan Kekuatannya ini bermanfaat dan jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

Baca juga Pengertian dan Contoh Pengaplikasian Geotextile

2 komentar pada “Jenis – Jenis Pahat Bubut Beserta Urutan Kekuatannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *