Lompat ke konten

Penyediaan Air untuk Sistem Pemadam Kebakaran pada Bangunan

ilmuteknik.id - Penyediaan Air untuk Sistem Pemadam Kebakaran pada Bangunan

PENYEDIAAN AIR UNTUK SISTEM PEMADAM KEBAKARAN – Kebakaran atau peristiwa kebakaran adalah suatu reaksi yang cepat dari zat yang mudah terbakar dengan zat asam/oksigen. Reaksi kimia yang terjadi bersifat mengeluarkan panas.

Baca juga Sistem pencegahan kebakaran dan penanggulangan bahaya kebakaran

Sistem pencegahan kebakaran dan penanggulangan bahaya kebakaran harus disiapkan pada rancangan bangunan sehingga meminimalisir kerusakan maupun korban jiwa. Sistem pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran yang akan bekerja/digunakan pada saat terjadi kebakaran, meliputi:

  • Peralatan pengideraan/peringatan dini (detector)  SNI 03-3985-2000
  • Hidran dan selang kebakaran
  • Springkler SNI 03-3989- 2000
  • Penyediaan Pasokan Air untuk sistem pemadam kebakaran

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam sebuah sistem penyediaan air untuk pemadam kebakaran yaitu harus tangki air khusus yang terhubung dengan hydrant, dan harus dalam kondisi penuh. Tangki air ini pun sebaiknya terpisah dengan tangki air bersih untuk pelayanan bangunan.

CONTOH PREDIKSI KEBUTUHAN PENYEDIAAN AIR UNTUK SISTEM PEMADAM KEBAKARAN

  • Misal: diperkirakan pemadam kebakaran datang dalam 25 menit. 
  • Penyediaan air dapat dihitung 100 galon/menit (1 gallon = 4 liter)
  • Jadi kebutuhan air = 4 x 100 x 25 = 10.000 liter atau 10 m3
  • Volume tangki = 10 m3, dengan ukuran p= 3 m; l = 2 m dan t = 1.80 m. 
  • Perlu ada ruang bebas min 0.30 m
  • Jadi Volume tangki = 3 x 2 x (1.80 +0.30) = 12.6 m3 

Baca juga PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN

Upaya Pencegahan Kebakaran pada Bangunan

  • Pemakaian bahan bangunan yang tidak mudah terbakar
  • Terdapat pemisah-pemisah bangunan yang dapat mencegah menjalarnya bahaya kebakaran
  • Pintu cukup lebar untuk penyelamatan
  • Tidak terdapat lorong buntu dalam bangunan
  • Instalasi listrik yang terencana dan terpasang dengan baik, sehingga meminimalkan resiko korsleting
  • Penutup beton sesuai dengan persyaratan, agar panas api kebakaran tidak sampai melelehkan tulangan
  • Disediakan tangga darurat yang memadai dan mudah dicapai
  • Disediakan alat tabung pemadam untuk pemadaman awal
  • Disediakan hydrant di setiap lantai dengan letak yang mudah dicapai
  • Bangunan dengan skala resiko kebakaran berbeda, sebaiknya dipisahakan letaknya. Misal: kantor dan laboratorium atau bengkel

Baca juga KENALI APA ITU SISTEM UTILITAS BANGUNAN

Semoga artikel tentang Penyediaan Air untuk Sistem Pemadam Kebakaran pada Bangunan ini bermanfaat. Jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications