STRUKTUR ORGANISASI UNIT KESELAMATAN KONSTRUKSI

STRUKTUR ORGANISASI UNIT KESELAMATAN KONSTRUKSI – Struktur organisasi adalah sebuah sarana yang berguna untuk membantu dalam proses pencapaian suatu tujuan dalam proyek. Susunan ini bekerja dengan cara mengatur dan mengorganisasi semua sumber daya yang ada, material atau bahan-bahan, tenaga kerja dan peralatan serta modal. Dan pastinya menerapkan sebuah sistem manajemen yang efektif dan efisien serta disesuaikan dengan kebutuhan pada proyek tersebut. Dengan adanya susunan yang telah ada atau dibuat ini, dapat mempermudah untuk mengatur sebuah pembagian tugas serta wewenang pada setiap orang atau bagian.

Kali ini ILMUTEKNIK.ID akan membahas mengenai struktur organisasi unit keselamatan konstruksi, untuk lebih jelasnya lihat bagan dibawah ini.

Baca juga Struktur Organisasi Pengelola SMKK untuk Pekerjaan Resiko Kecil

ilmuteknik.id - STRUKTUR ORGANISASI UNIT KESELAMATAN KONSTRUKSI

A. Pimpinan Unit Keselamatan Konstruksi

Tugas, fungsi dan tanggung jawabnya :

  1. Memimpin dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan yang berhubungan dengan keselamatan kerja.
  2. Memberikan perintah kepada setiap tim mengenai keselamatan konstruksi.
  3. Menjamin dan melindungi keselamatan serta kesehatan tenaga kerja melalui berbagai upaya keamanan pekerja.
  4. Menerima laporan dari tim-tim keselamatan konstruksi.
  5. Memeberikan keputusan terhadap tindakan yang akan dilakukan apabila dalam situasi darurat atau mendesak.
  6. Menjawab pertanyaan dari instansi terkait dan wartawan
  7. Memimpin tugas-tugas tim dan memberikan instruksi yang dianggap perlu

B. Koordinator Tanggap Darurat

Tugas, fungsi dan tanggung jawab :

  1. Mengkoordinir dan bertanggung jawab seluruh kegiatan pada saat terjadi kebakaran ataupun kondisi darurat yang lain (bencana alam, dll)
  2. Melaporkan kejadian tersebut ke atasan
  3. Meminta bantuan ke petugas kebakaran dan polisi
  4. Melakukan rujukan ke rumah sakit terdekat
  5. Hubungan komunikasi dengan Pemimpin Keselamatan tentang perkembangan dan situasi di tempat kejaadian.
  • Petugas P3K

Tugas, fungsi dan tanggung jawab :

  1. Memantau semua karyawan yang sedang dievakuasi di tempat berkumpul apabila terjadi bencana.
  2. Memberikan pertolongan / pengobatan bila ada karyawan / pekerja yang terluka.
  3. Melakukan rujukan ke rumah sakit bila diperlukan.

Baca juga DOKUMEN PENAWARAN DAN PERSYARATAN YANG HARUS DIPERSIAPKAN PENYEDIA JASA

  • Petugas Pemadam Kebakaran

Tugas, fungsi dan tanggung jawab :

  1. Menginventarisasi APAR di Ruangan / Area Kerjanya masing-masing.
  2. Memberikan laporan tentang keadaan APAR tersebut.
  3. Jika terjadi kebakaran, memadamkan kebakaran dengan APAR sesuai denga napa yang terbakar dan dimana kejadian kebakaran tersebut.
  • Petugas Peran

Petugas peran penanggulangan keselamatan konstruksi ialah petugas yang ditunjuk dan diserahi tugas tambahan untuk mengidentifikasi sumber-sumber bahaya dan melaksanakan upaya-upaya penanggulangan kebakaran atau bencana.

  • Komunikasi

Tugas, fungsi dan tanggung jawab :

  1. Menerima, menyampaikan, menghubungi atas perintah pimpinan keselamatan / Project Manager.
  2. Memberitahukan kejadian tersebut ke semua karyawan / pekerja tentang kejadian darurat tersebut.
  3. Memberikan keterangan / informasi kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan terjadinya keadaan darurat / bencana.

C. Security

Tugas, fungsi dan tanggung jawab :

  1. Pada saat informasi darurat berbunyi segera menutup pintu masuk.
  2. Jika terjadi kebakaran atau kejadian lain, mengamankan lokasi kebakaran dan mengarahkan ke tempat berkumpul.
  3. Mengantisipasi tentang terjadinya kejahatan.
  4. Membantu tugas tim lain yang memerlukan
  5. Jika terjadi kebakaran, menyiapkan tempat untuk mobil pemadam kebakaran.
  6. Mengatur kendaraan untuk mempermudahlalu lintas.

D. Koordinator Keselamatan Konstruksi

Tugas, fungsi dan tanggung jawab :

  1. Mengkoordinir dan bertanggung jawab seluruh kegiatan keselamatan para pekerja maupun alat.
  2. menjamin dan melindungi keselamatan serta kesehatan tenaga kerja melalui berbagai upaya keamanan pekerja.
  3. Melaporkan kejadian tersebut ke atasan.
  • Anggota UKK

Baca juga Yuk Kenali Secara Lengkap Apa itu AMDAL

Tugas, fungsi dan tanggung jawab :

  1. Mematuhi protokol keselamatan.
  2. Mengikuti koordinasi dari coordinator keselamatan konstrukdi.
  3. Melaporkan kejadian yang terjadi berhubungan dengan keselamatan konstruksi ke koordinator keselamatan konstruksi.

E. Petugas Satgas Covid 19

Pada masa pandemi ini, perlu adanya satuan petugas covid di setiap struktur keselamatan kerja. Mengingat hal ini juga penting untuk dilakukan. Agar pelaksanaan konstruksi proyek tetap menjalani protokol-protokol kesehatan selama pandemi. Satgas covid terdiri dari petugas medis. Diatas Petugas Satgas Covid 19 ada Satgas Covid 19 PUPR.

Tugas dan tanggung jawabnya:

  1. Sosialisasi pencegahan covid 19.
  2. Berkoordinasi dengan satgas penanggulangan covid 19 dengan dinas terkait yaitu satgas covid 19 PUPR.
  3. Bertugas memantau protokol kesehatan di proyek konstruksi.
  4. Menegakan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid.
  5. Melapor apabila ada pekerja yang terpapar covid kepada pemimpin keselamatan kerja.
  6. Mengevakuasi pekerja yang terpapar ke tempat isolasi terdekat.
  7. Mengecek setiap petugas secara berkala apakah ada yang terpapar ataukah tidak.
  8. Identifikasi potensi bahaya covid di lapangan.

Fungsi Satgas Covid adalah sebagai pencegah penularan Covid 19 kepada setiap pekerja.

Baca juga CONTOH PEMBUATAN JADWAL DAN RANCANGAN KOMUNIKASI

Semoga artikel tentang CONTOH STRUKTUR ORGANISASI UNIT KESELAMATAN KONSTRUKSI ini bermanfaat dan jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.