Lompat ke konten

Taukah Kamu Kenapa Dinding Bata Bisa Retak?

  • SIPIL
ilmuteknik.id - Kenapa Dinding Bata Bisa Retak

ILMUTEKNIK.ID – Penyebab dinding bata bisa retak diakibatkan berbagai faktor. Kebanyakan bagian dinding yang retak, yaitu pada bagian semen sambungan antara bata.

Jenis-jenis keretakan pada dinding bata

Keretakan Vertikal

Baca juga Metode Kerja Pengecatan Dinding Luar dan Dalam

Keretakan vertikal bisa diamati dengan pola retakan pada dinding yaitu memanjang dari atas ke bawah. Penyebab retaknya karena temperatur, kelembaban, dan pergerakan pondasi. Dinding yang terkena paparan panas dan hujan langsung akan mudah mengalami pemuaian dan penyusutan, sehingga air akan mudah masuk ke dinding dan menyebabkan keretakan.

Penyebab keretakan vertikal lainnya yaitu karena pondasi yang bergerak melebar di bagian atas.

Keretakan Horizontal

Keretakan jenis ini ditandai dengan bagian dinding yang terlihat miring, pola retakannya yaitu menyamping dari kiri ke kanan, atau sebaliknya. Nah, penyebab retaknya dinding bata ini karena adanya pergerakan elemen strukturm seperti pada balok atau sloof,

Bantu dan support ilmuteknik untuk terus membagikan ilmu-ilmu bermanfaat dengan cara MENGKLIK 1 IKLAN yang menurut kamu menarik.

Keretakan Diagonal

Jenis keretakan ini biasanya mengarah ke kusen pintu dan jendela. Pola retakan diagonal ini biasanya juga berhubungan dengan struktur, dimana diakibatkan adanya salah satu titik pondasi yang mengalami penurunan.

Jika kamu menemukan dinding rumahmu retak, segera perbaiki. Jangan remehkan keretakan sekecil apapun, karena jika dibiarkan maka keretakan akan semakin merembet dan membesar.

Baca juga Penyebab Keramik Lantai Meledak dan Pencegahannya

Cara memperbaiki dinding retak

  • Persiapkan wall-filler dan juga cat sesuai dengan warna dinding rumah. Wall-filler ini mudah didapatkan di toko bahan bangunan dengan harga yang relatif terjangkau.
  • Langkah berikutnya adalah mengoleskan wall-filler pada bagian dinding yang retak. Ada beberapa jenis wall-filler yang membutuhkan alat tambahan berupa tembakan. Namun ILMUTEKNIK sarankan untuk mencari jenis filler yang bisa langsung dioleskan tanpa menggunakan alat tambahan sama sekali.
  • Setelah retakan tertutup dengan sempurna, biarkan untuk sementara waktu hingga benar-benar kering.
  • Setelah kering, lakukan pengecatan dengan menggunakan cat tembok dengan warna yang sama sehingga terlihat kembali baru tanpa adanya retakan.

Semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaan kamu mengenai kenapa dinding bata bisa retak. Jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications