Lompat ke konten

Materi Komponen – Komponen Bangunan Terlengkap !

  • SIPIL
ilmuteknik.id - Komponen-Komponen Bangunan

Komponen-Komponen Bangunan

Pondasi 

Pondasi adalah komponen bangunan / konstruksi bangunan yang terletak pada bagian paling bawah dari suatu bangunan, fungsinya untuk menyalurkan seluruh beban- beban yang diterimanya ke tanah dasar. Bahan pondasi umumnya dibuat dari bahan yang tahan terhadap umur dan pengaruh tanah dimana pondasi tersebut di pasang. Pondasi harus memenuhi persyaratan utama sebagai berikut:

  1. Cukup kuat menahan muatan geser akibat muatan tegak ke bawah.
  2. Dapat menyesuaikan pergerakan tanah yang tidak stabil (tanah gerak).
  3. Tahan terhadap pengaruh perubahan cuaca.
  4. Tahan terhadap pengaruh unsur-unsur kimia dalam tanah baik organik maupun anorganik.

Baca juga CARA PEMBUATAN PONDASI BATU KALI

Pondasi berdasarkan kedalaman dari muka tanah dapat di digolongkan menjadi:

  1. Pondasi Dangkal 

Pondasi dangkal digunakan bilamana bangunan yang berada di atasnya tidak terlalu besar, seperti rumah sederhana. Pondasi dangkal ini juga biasa digunakan untuk bangunan umum lainnya yang berada di atas tanah yang keras. Yang termasuk dalam pondasi dangkal adalah sebagai berikut :

  • Pondasi tapak (pad foundation), pondasi ini dapat dibuat dalam bentuk bukatan (melingkar), persegi atau rectangular. Jenis pondasi ini  biasanya terdiri dari lapisan beton bertulang dengan  ketebalan yang seragam.

         Gambar pondasi Tapak

  • Pondasi jalur atau pondasi memanjang (Strip Foundations), Pondasi jalur/ pondasi memanjang (kadang disebut juga pondasi menerus) dapat dibuat dalam bentuk memanjang dengan potongan persegi ataupun trapesium. Biasanya digunakan untuk pondasi dinding maupun kolom praktis. Bahan untuk pondasi ini dapat menggunakan pasangan patu pecah, batu kali, cor beton tanpa tulangan dan dapat juga menggunakan pasangan batu bata dengan catatan tidak mendukung beban struktural. 

Baca juga Contoh Kasus pada Struktur Bangunan Bertingkat

Gambar Pondasi Jalur

  • Pondasi setempat / umpak, pondasi ini diletakan diatas tanah yang telah padat atau keras. Sistem dan jenis pondasi ini sampai sekarang terkadang masih digunakan, tetapi ditopang oleh pondasi batu kali yang berada di dalam tanah dan sloof sebagai pengikat struktur, serta angkur yang masuk kedalam as umpak kayu atau umpak batu dari bagian bawah umpaknya atau tiangnya.

Gambar Pondasi Umpak

  1. Pondasi Sedang 

Pondasi menengah bisanya dibuat untuk jenis konstruksi dengan beban sedang sampai besar misalnya untuk struktur bangunan gedung bertingkat,jenis pondasi yang tergolong pondasi sedang :

  • Pondasi Sumuran/Strauss Pile, pondasi jenis ini merupakan jenis pondasi menengah yang berbentuk menyerupai sumur dimana dalam prosesnya dilakukan dengan melakukan pengeboran titik pondasi dengan kedalaman tertentu kemudian dimasukkan ring caisson segmen ke dalamnya sampai mencapai kedalaman yang direncanakan dan dilanjutkan dengan membuat tulangan stek untuk sambungan kolom dan dimasukkan ke dalam lubang sumuran kemudian terakhir adalah proses pengecoran dengan batu belah dan beton cycloop ke dalam lubang sumuran.
  1. Pondasi Dalam

Pondasi dalam merupakan pondasi yang digunakan pada bangunan yang berdiri di atas tanah yang lembek. Pondasi ini juga dipakai pada bangunan dengan bentangan yang cukup lebar (jarak antar kolom 6 m), serta dipakai juga pada bangunan-bangunan bertingkat. Yang termasuk dalam golongan pondasi dalam ini adalah : 

  • Pondasi Tiang Pancang , Pada dasarnya sama dengan bore pile, hanya saja yang membedakan bahan dasarnya. Tiang pancang menggunakan beton jadi yang langsung ditancapkan langsung ketanah dengan menggunakan mesin pemancang. Karena ujung tiang pancang lancip menyerupai paku, oleh karena itu tiang pancang tidak memerlukan proses pengeboran. Pondasi tiang pancang dipergunakan pada tanah-tanah lembek, tanah berawa, dengan kondisi daya dukung tanah (sigma tanah) kecil, kondisi air tanah tinggi dan tanah keras pada posisi sangat dalam.

Sloof 

Sloof adalah beton bertulang yang diletakkan secara horisontal di atas pondasi. Komponen bangunan / konstruksi bangunan ini berfungsi untuk meratakan beban yang bekerja pada pondasi dan pengikat struktur bawah ujung dasar kolom. Panjang sloof sama dengan panjang pondasi. Dimensi sloof tergantung dari tipe bangunan yang akan dibangun. Untuk rumah sederhana (rumah tidak bertingkat), dimensi yang digunakan adalah lebar 15 cm dan tinggi 20 cm. 

Adapun fungsi sloof adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai pengikat kolom.
  2. Meratakan gaya beban dinding ke pondasi.
  3. Menahan gaya beban dinding.
  4. Sebagai balok penahan gaya reaksi tanah yang disalurkan dari pondasi lajur.
Image result for sloof

                  Gambar Sloof Beton

Kolom

Kolom adalah bagian struktur atas bangunan dalam posisi vertikal. Kolom beton ini berfungsi sebagai pengikat pasangan dinding bata dan penerus beban dari atas ke pondasi. Jarak antar tiang beton atau kolom beton ini adalah 3 – 4 m. Sementara dimensi kolom tergantung pada beban yang akan diterima. Kolom dapat dibedakan menjadi 2 antara lain :

  1. Kolom praktis (kolom yang berfungsi sebagai pengaku dan tidak dihitung secara struktur) biasanya berukuran 13 cm x 13 cm atau setebal pasangan bata dengan empat buah tulangan berdimensi 10 mm dan cincin berdimensi 6 – 8 mm. Jarak antar cincin 15 – 20 cm. Namun, untuk rumah tinggal bertingkat dua dengan bentang antar kolom sepanjang 4 – 5 m dapat digunakan kolom praktis berdimensi 20 x 25 cm dengan enam buah besi – tulangan berdiameter 12 mm.
  2.  Kolom utama / kolom struktur adalah kolom yang fungsi utamanya menyanggah beban utama yang berada diatasnya. Untuk rumah tinggal disarankan jarak kolom utama adalah 3.5 m, agar dimensi balok untuk menopang lantai tidak tidak begitu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3.5 meter. Sedangkan dimensi kolom utama untuk bangunan rumah tinggal lantai 2 biasanya dipakai ukuran 20/ 20, dengan tulangan pokok 8  d 12 mm, dan begel d 8-1 0cm ( 8 d 12 maksudnya jumlah besi beton diameter 12 mm 8 buah, 8 – 10 cm maksudnya begel diameter 8 dengan jarak 10 cm)

 Gambar Kolom Praktis dan Kolom Utama

Balok

Balok adalah bagian struktur atas bangunan yang digunakan untuk dudukan lantai dan pengikat kolom lantai atas. Dalam struktur, balok ini berfungsi sebagai rangka penguat horizontal bangunan yang akan mendapat tumpuan beban mati (berat sendiri, furnitur, dan lain-lain) dan beban hidup (pergerakan manusia) di lantai atas.

Ring balok

Ringbalok adalah salah satu komponen bangunan yang berada dibagian struktur atas yang terletak di atas pasangan bata. Ringbalok berfungsi sebagai penumpu konstruksi atap dan pengikat pasangan dinding bata bagian atas agar tidak runtuh.

Dinding

Dinding merupakan salah satu komponen bangunan yang berfungsi memisahkan atau membentuk ruang. Ditinjau dari segi struktur dan konstruksi, dinding ada yang berupa dinding partisi/ pengisi (tidak menahan beban) dan ada yang berupa dinding struktural (bearing wall). Dinding pengisi/ partisi yang sifatnya non struktural harus diperkuat dengan rangka (untuk kayu) dan kolom praktis-sloof-ringbalk (untuk bata).

Ditinjau dari bahan mentah yang dipakai, dinding bangunan dapat dibedakan atas:

  1. Bata celcon atau hebel atau biasa disebut bata ringan terbuat dari campuran pasir kuarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, dan alumunium pasta. Bata ini adalah jenis bata yang dibuat secara modern di pabrik. Berbeda dengan bata merah konvensional yang dibuat secara manual oleh tangan-tangan pekerja harganya lebih mahal dari pada bata merah namun bata ini memiliki keunggulan, selain ringan bata ini juga sangat efisien tenaga dan waktu .Ukuran umumnya 10 cm x 19 cm x 59 cm.
  2. Dinding Partisi, bahan yang dipakai umumnya terdiri dari lembaran multiplek atau
    papan gipsum dengan ketebalan 9-12 mm.
  3. Batako dan blok beton,adalah batu buatan yang dibuat dari campuran bahan mentah: tras+ kapur + pasir dengan perbandingan tertentu. Batu buatan jenis ini bentuknya berlubang, model dan lubangnya dibuat bermacam variasi model. Blok beton, adalah batu buatan yang dibuat dari campuran bahan mentah: semen + pasir dengan perbandingan tertentu, sama juga dengan batako, blok beton ini juga berlubang.
  4. Batu bata (bata merah),pada umumnya berbentuk persegi panjang, ada juga batu bata yang
    berlubang-lubang, batu bata semacam ini kebanyakan digunakan untuk pasangan dinding peredam suara. Ukuran batu bata umumnya berkisar 22 x 10,5 x 4,8 cm sampai 24 x 11,5 x 5,5 cm.

Kusen

Kusen merupakan bagian dari konstruksi pada dinding bangunan yang mempunyai fungsi sebagai tempat perletakan dan duduknya daun pintu atau daun jendela.Kusen pintu dan jendela merupakan penghubung antar ruang, selain itu berfungsi juga untuk sirkulasi udara antar ruang serta kemungkinan sinar atau cahaya matahari masuk. Bagian-Bagian kusen terdiri atas :

  1. Tiang (style).
  2. Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
  3. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun jendela.
  4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam tembok yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang.
  5. Alur kapur, bagian dari tiang (style) yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila terjadi penyusutan, tidak timbul celah.
  6. Angkur, dipasang pada tiang (style), berfungsi untuk memperkuat melekatnya pada tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
  7. Duk (neut), dipasang pada tiang (style) di bagian bawah, khusus untuk kusen pintu, berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.

                       Gambar Kusen Jendela dan Pintu

Atap

Atap merupakan bagian dari suatu struktur konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai penutup/pelindung bangunan dari panas terik matahari dan hujan sehingga memberikan kenyamanan bagi pengguna bangunan. Struktur atap terdiri dari 2 bagian utama yaitu :

  1. Kuda-kuda, adalah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk menopang beban atap termasuk juga beratnya sendiri sekaligus memberikan bentuk pada atap. Konstruksi kuda-kuda berdasarkan bentang dan bahannya dapat dikelompokan antara lain :
  2. Bentang 3-4 Meter


Digunakan pada bangunan rumah bentang sekitar 3 s.d. 4 meter, bahannya dari kayu, atau beton bertulang.

  1. Bentang 4-8 Meter

Bahan rangka bisa terbuat dari kayu atau beton bertulang.

  1. Bentang 9-16 Meter

Bahan rangka terbuat dari baja (double angle)

  1. Bentang 20 Meter

Bentang maksimal sekitar 20 m bahan dari baja (double angle) dan kuda-kuda kayu sebagai atap loteng.

        -Kuda-kuda Baja Profil Siku

          -Kuda-Kuda Baja Profil WF

Struktur kuda-kuda kayu mempunyai beberapa bagian antara lain :

DETAIL II

  1. Penutup atap

Dalam suatu bangunan, komponen bangunan ini berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya.Gunanya untuk melindungi dari pengaruh panas, hujan, angin, dan debu,serta sebagai “Mahkota” dari suatu bangunan, pemilihan atap haruslah disesuaikan dengan bangunan di bawahnya, iklim setempat, model atap, biaya, serta bahan yang tersedia. Penutup atap dapat terbuat dari kayu (sirap), genteng, rumbia, seng, asbes dan sebagainya.

Baca juga BAHAN-BAHAN KONSTRUKSI ATAP atau MACAM-MACAM BAHAN PENUTUP ATAP

Plafon

Plafon atau sering disebut juga langit-langit merupakan bidang pembatas bagian konstruksi antara rangka bangunan dengan rangka atapnya. Sebagai salah satu komponen bangunan plafon berfungsi juga sebagai isolasi panas dari atap, meredam suara air hujan ,dan penghalang debu jatuh dari atap. Bahan penutup plafon terdiri dari berbagai macam bahan, antara lain; tripleks dengan tebal 4 mm, asbes 3 mm, akustic tile atau soft board 15 mm, gypsum board, papan / kayu,hard board.

Baca juga Plafon PVC Si Cantik, Kuat dan Tahan Lama

Lantai

Lantai merupakan bagian struktur konstruksi bangunan berupa suatu luasan yang dibatasi dinding-dinding sebagai tempat dilakukannya aktifitas sesuai dengan fungsinya. Lantai juga memisahkan ruangan-ruangan secara vertikal pada bangunan bertingkat. Lantai termasuk elemen struktural dan non-struktural. Lantai dapat terbuat dari batu, kayu, bambu, metal, keramik, marmer, batu granit, dan bahan lainnya. 

Baca juga Tips Memilih Jenis Keramik Lantai yang Tepat

Tangga

Tangga merupakan media penghubung antar 2 bidang secara vertikal. Tangga digunakan untuk menghubungkan lantai bawah dengan lantai diatasnya begitu juga sebaliknya. Dalam konstruksinya tangga mempunyai bagian-bagian antara lain

Semoga artikel tentang Materi Komponen – Komponen Bangunan ini bermanfaat. Jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications