Pengertian Komponen Non Struktural Bangunan

Pengertian komponen non struktural pada bangunan adalah komponen yang fungsinya tidak menerima beban, komponen non struktural merupakan komponen pelengkap bangunan. Komponen ini terdiri dari :

Baca terlebih dahulu Materi Komponen – Komponen Bangunan Terlengkap !

  1. Dinding

Dinding berfungsi sebagai penutup atau pembatas ruang dan juga sebagai pelindung dari pengaruh luar seperti angin, suara dan lain-lain. Dalam perencanaan dinding rumah 2 lantai ini menggunakan pasangan teknik ½ batu bata dengan spesifikasi sebagai berikut :

  1.  Campuran spesi pada pasangan tembok kedap air atau disebut trasraam agar tembok tidak mudah basah dan kedap air yaitu tembok pada kamar mandi, WC, tempat cuci, dan dapur menggunakan spesi dengan perbandingan 1 PC : 2 PS, artinya 1 takaran semen dan 2 takaran pasir. Dinding  bata yang tidak memerlukan campuran kedap air yaitu pada area kering  menggunakan perbandingan spesi 1 PC : 3 PS : 10 KP.
  2. Perkuatan dinding batu bata  dengan kolom praktis. Kolom – kolom praktis merupakan bagian kerangka yang  membantu dan  memperkuat posisi dinding pasangan batu  bata, Pasangan dan  penempatan kolom – kolom praktis yang  berukuran 15cmx15cm ditempatkan pada sudut  pertemuan pasangan batu bata.
  3. Untuk penempatan kusen di bagian atas dari ambang atas kusen dipasang balok latai 15/20 .

Baca juga Contoh Kasus pada Struktur Bangunan Bertingkat

Gambar 3.1 Ikatan ½ Bata

  1. Kusen

Kusen adalah suatu rangka yang berfungsi untuk perletakan daun pintu, jendela selain fungsi tersebut bentuk dan variasi kusen akan menambah keindahan atau estetika dari bangunan. Pada rencana rumah 2 lantai ini menggunakan kusen dengan bahan aluminium, kusen aluminium memiliki kelebihan antara lain :

  1. Tahan terhadap rayap dan cuaca karena tidak mengalami mulai susut.
  2. Memiliki berat yang lebih ringan daripada material kayu / kusen kayu.
  3. Lebih mudah dan cepat jika ingin melakukan perbaikan ( bongkar dan pasang lebih praktis).
  4. Bahan aluminium memiliki daya tahan relatif lebih lama ( dalam hal pemakaian) dibandingkan dengan material kayu.
  5. Rencana Kusen Alumunium Lantai 1 dan 2
Notasi KusenUkuran (m)Jumlah
Lantai 1Lantai 2
P11.4 x 2.31
P20.95 x 2.322
P30.90 x 2.3 1
P40.80 x 2.3 1
PKM0.70 x 2.322
J10.525 x 2.333
J20.95 x 2.322
J30.90 x 2.31
J41.5 x 2.31
J50.90 x 2.351
J60.90 x 1.232
BV 11.45 x 0.5512
BV21.45 x 0.551
  • Kusen pintu (P1, P2, P3, P4, PKM) menggunakan kamper profil, kaca polos 0.05, dan panel kayu solid.
  • Kusen jendela (J1, J2, J3, J4, J5, J6) menggunakan kamper profil dan kaca polos 05.
  • Kusen Bouvenlight (BV1 DAN BV 2) menggunakan kamper profil dan kaca nako.
  1. Konstruksi Kusen Jendela dan Bouvenlight
  1. Konstruksi Kusen Pintu
  1. Keyplan Kusen
  1. Keramik 

Pemasangan keramik/ubin/parket tergantung dari bentuk ruangan dan tata letak lubang pintunya. Untuk mendapatkan pemasangan ubin yang baik harus diperhatikan perencanaan secara menyeluruh untuk pasangan ubin semua ruangan yang berkaitan.dibuat demikian untuk mendapatkan kesan bahwa setiap ruangan seolah-olah tidak berdiri sendiri.Pada denah rencana keramik lantai 1 dan 2 menggunakan berbagai jenis ukuran dan material keramik antara lain:

Baca juga Prosedur Pemasangan Ubin Keramik yang Tepat

  1.  Lantai rumah menggunakan material granit ukuran 60 cm x 60 cm.
  2. Lantai kamar mandi menggunakan  keramik yang tidak licin berukuran 20cm x 20 cm.
  3. Dinding dapur dan kamar mandi menggunakan keramik  dengan ukuran 20cm x 40 cm.Spesi untuk pemasangan dengan tebal 5 cm dan pasir urug 5 cm.
  1. Plafond

Baca juga Plafon PVC Si Cantik, Kuat dan Tahan Lama

Plafon direncanakan sebagai berikut :

– Bahan yang digunakan sebagai penutup adalah papan kalsiboard

– rangka plafond menggunakan ukuran 1mx1m menggunakan rangka hollow ukuran 20/40 , ukuran 40×40 

Rencana Plafond

  1. Instalasi Listrik

Instalasi listrik adalah suatu bagian penting dalam sebuah bangunan gedung yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik ke ruangan-ruangan.

Rencana listrik rumah 2 lantai adalah sebagai berikut :

  1. Sanitasi dan Plumbing

Instalasi air bersih seperti titik kran yang akan mengeluarkan air bersih untuk keperluan sehari hari kemudian dikeluarkan ke saluran yang dinamakan sanitasi air kotor untuk rencana bangunan rumah ini adalah sebagai berikut : 

Baca juga KENALI APA ITU SISTEM UTILITAS BANGUNAN

  1. Rencana Pipa Air Bersih
  • Air dialirkan dari water torn menggunakan pompa dan saluran pipa pvc ؽ ”
  1. Rencana Pipa Air Kotor
  • Saluran air kotor dibedakan menjadi 2 yaitu air kotor cair dan air kotor padat.
  • Air kotor cair akan dibuang menggunakan pipa pvc Ø 2.5” menuju bak control dan sumur resapan. 
  • Air kotor padat akan dibuang menggunakan pipa pvc Ø 3” menuju septic tank.
  1. Septic Tank

Septic tank adalah bak untuk menampung air limbah yang digelontorkan dari WC (water closet). septictank digunakan sebagai wadah penampungan untuk kotoran yang dibuang dan akan masuk pada septictank . Konstruksi septic tank disekat dengan dinding bata dan diatasnya diberi penutup dengan pelat beton dilengkapi penutup kontrol dan diberi pipa hawa T dengan diameter    Ø 1 ½“, menjadi hubungan agar ada udara / oksigen ke dalam septictank yang bertujuan untuk bakteri – bakteri menjadi subur sehingga bakteri itu menjadi pemusnah kotoran – kotoran atau feses yang masuk ke dalam bak penampungannya. seperti pada gambar di bawah merupakan gambar dari potongan septictank setelah kotoran dibuang dan air akan naik, setelah penuh kemudian dialirkan melalui sebuah pipa menuju sumur  peresapan.

  • Detail Septic Tank
  1. Bak Kontrol 

Bak kontrol adalah semacam bak berlubang yang menerima air kotor dari saluran buangan kamar mandi dan meneruskannya ke saluran sumur peresapan. Fungsi bak kontrol ini adalah agar ketika terjadi endapan kotoran, kita dapat mengontrol dan membersihkan dengan mudah. Perencanaan bak kontrol ini menggunakan pasangan bata dengan pernamdingan campuran 1pc:4ps yang diplaster supaya air tidak merembes. Pipa saluran bak control ini menggunakan pipa pvc Ø2.5” dari saluran air hujan.

  1. Saluran Air Hujan

Saluran air hujan dibuat menggunakan talang beton dengan penutup grill besi.

Air hujan yang mengalir dari talang disalurkan menggunakan pipa pvc Ø2.5” menuju sumur peresapan. Berikut ini merupakan rencana saluran air hujan rumah 2 lantai :

  • Sumur Peresapan 

Sumur Peresapan merupakan lubang yang berdekatan dengan septictank, gunanya memperoleh aliran air limbah dari septictank. saluran air hujan Konstruksi rembesan terdiri dari pelapisan dari macam-macam bahan dari pasir, diatasnya dipasangkan ijuk, kemudian dipasangkan krikil atau split dipasangkan lagi ijuk diatasnya diberi pasangan batu karang yang berongga diberi ijuk lagi dan pasir kembali dan seterusnya, yang perlu diperhatikan sekeliling lubang diberi ijuk.

Semoga artikel tentang Pengertian Komponen Non Struktural Bangunan ini bermanfaat. Jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

3 komentar pada “Pengertian Komponen Non Struktural Bangunan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.