Prosedur Pemasangan Ubin Keramik yang Tepat

Persiapan Pemasangan Ubin Keramik

  1. Pekerjaan pasangan ubin baru boleh dilakukan setelah pekerjaan lainnya benar-benar selesai.
  2. Pemasangan ubin harus menunggu sampai semua pekerjaan pemipaan air bersih/air kotor atau pekerjaan lainnya yang terletak di belakang atau di bawah pasangan ubin ini telah diselesaikan terlebih dahulu.

Baca juga Apa Itu Kontrak Fixed Lump Sum Price

Pemasangan Pemasangan Ubin Keramik

  1. Sebelum pemasangan ubin keramik pada dinding dimulai, pelesteran harus dalam keadaan kering, padat, rata dan bersih.
  2. Adukan untuk pasangan ubin pada lantai, dinding luar dan bagian lain yang harus kedap air harus terdiri dari campuran 1 semen, 3 pasir dan sejumlah bahan tambahan, kecuali bila ditentukan lain dalam Gambar Kerja.
  3. Adukan untuk pasangan ubin pada tempat-tempat lainnya menggunakan campuran 1 semen dan 5 pasir.
  4. Tebal adukan untuk semua pasangan tidak kurang dari 25mm, kecuali bila ditentukan lain dalam Gambar Kerja atau petunjuk Manajer Proyek harus menggunakan adukan siap pakai.
  5. Adukan untuk pasangan ubin pada dinding harus diberikan pada permukaan pelesteran dan permukaan belakang ubin, kemudian dilekatkan pada tempat yang sesuai dengan yang direncanakan atau sesuai petunjuk Gambar Kerja.
  6. Adukan untuk pasangan ubin pada lantai harus ditempatkan di atas lapisan pasir dengan ketebalan sesuai Gambar Kerja.
  7. Ubin keramik harus kokoh menempel pada alasnya dan tidak boleh berongga. Harus dilakukan pemeriksaan untuk menjaga agar bidang ubin yang terpa sang tetap lurus dan rata. Ubin yang salah letaknya, cacat atau pecah, harus dibongkar dan diganti.
  8. Ubin keramik mulai dipasang dari salah satu sisi agar pola simetri yang dikehendaki dapat terbentuk dengan baik.
  9. Sambungan atau celah-celah antara ubin harus lurus, rata dan seragam, saling tegak lurus. Lebar celah tidak boleh lebih dari 1,6mm, kecuali bila ditentukan lain. Adukan harus rapi, tidak keluar dari celah sambungan.
  10. Pemotongan ubin harus dikerjakan dengan keahlian dan dilakukan hanya pada satu sisi, bila tidak terhindarkan. Pada pemasangan khusus seperti pada sudut-sudut pertemuan, pengakhiran dan bentuk-bentuk yang lainnya harus dikerjakan serapi dan sesempurna mungkin.
  11. Siar antara ubin dicor dengan semen pengisi/grout yang berwarna sama dengan warna keramiknya dan disetujui Manajer Proyek.
  12. Pengecoran dilakukan sedemikian rupa sehingga mengisi penuh garis-garis siar. Setelah semen pengisi cukup mengeras, bekas-bekas pengecoran segera dibersihkan dengan kain lunak yang baru dan bersih.
  13. Setiap pemasangan ubin keramik seluas 8m² harus diberi celah muai yang terdiri dari penutup celah yang ditumpu dengan batang penyangga berupa polystyrene atau polyethylene. Lebar celah muai harus sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja atau sesuai pengarahan dari Manajer Proyek.

Setelah pemasangan Ubin Keramik selesai, permukaan ubin harus benar-benar bersih, tidak ada yang cacat, bila dianggap perlu permukaan ubin harus diberi perlindungan misalnya dengan sabun anti karat atau cara lain yang diperbolehkan, tanpa merusak permukaan ubin.

Baca juga Apa itu water spray system pada sebuah bangunan

Catatan:

  • Adukan tebal 25mm harus terdiri dari campuran semen dan pasir yang diberi bahan tambahan penguat dalam jumlah penggunaan sesuai petunjuk dari pabrik pembuat.
  • Adukan siap pakai/perekat adukan tipis sampai dengan 3mm untuk memasang ubin, jika ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Manajer Proyek, harus memenuhi ketentuan AS 2358, ANSI 118.1, 118.4 dan BS 5385, seperti Lemkra FK 101 dan Lemkra FK 103 (khusus daerah basah), AM 30 Mortarflex atau ASA Fixall.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa Ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami di ILMU TEKNIK dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *