Contoh Laporan Studi Kasus Tempat Usaha Meubel

Meubel adalah perlengkapan rumah yang mencakup semua barang seperti kursi, meja, lemari, dll. Usaha pembuatan meubel merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk mengolah kayu menjadi barang yang memiliki nilai fungsi dan  jual. Meubel atau produk lain yang terbuat dari kayu pada umumnya menggunakan kayu jenis tertentu seperti akasia, jati atau yang lainnya menyesuaikan jenis produk dan kebutuhan. Pada studi kasus ini saya berkesempatan untuk mengunjungi “Dieka Meubel”, merupakan usaha rumahan milik Bapak Dieka yang bekerja di bidang pengolahan kayu untuk dijadikan produk meubel seperti meja, kursi, lemari dan produk konstruksi bangunan seperti daun pintu/jendela, dan kusen. Tempat Usaha meubel ini sudah ditekuni  beliau selama kurang lebih 5 tahun yang merupakan usaha turun temurun dari orangtua Bapak Dieka.

Data Profil Lokasi Studi Kasus Tempat Usaha Meubel

Waktu : Jumat, 02 April 2021

Nama Usaha : Dieka Meubel

Skala Usaha : Kecamatan

Alamat : Dusun Kalitelo, Desa Kaliasri, Kec. Kalipare, Kab.Malang

Tampilan Eksterior : 

Tampilan Interior :

Memiliki 2 orang pegawai dimana bekerja dengan sistem borongan

Produk yang Dihasilkan 

Berupa produk meubel seperti meja, kursi, lemari dalam satuan atau per set, memproduksi produk konstruksi bangunan seperti kusen pintu/jendela dan daun pintu/jendela berbagai model sesuai pesanan.

Jenis Kayu 

Pada tempat usaha meubel ini jenis kayu yang digunakan ada mahoni, akasia, dan jati. Namun, yang sering digunakan adalah kayu akasia, menurut Pak Dieka penggunaan kayu ini dinilai lebih kuat daripada kayu jati dan dalam segi biaya harga kayu akasia lebih murah daripada kayu jati, namun pengerjaan kayu akasia harus dilakukan secara perlahan dan  hati-hati karena serat akasia seperti jahitan sehingga mudah cacat. Beliau juga menambahkan bahwa kayu jati mudah dalam pengerjaannya tidak seperti akasia yang mudah cacat, namun jati juga memiliki kekurangan yaitu membuat alat gergaji dan ketam  mudah aus dan tidak tajam. Penggolongan serta karakteristik 3 jenis kayu dijabarkan pada tabel berkut:
Baca juga Cara Pembuatan Daun Jendela dari Kayu

Jenis KayuKelas KuatKarakteristik
JatiI-IIWarnanya kuning kecoklatan dengan serat kambium yang halus, termasuk kayu kuat dan tahan lama
Akasia IIITeras berwarna coklat pucat sampai coklat tua, kadang-kadang coklat zaitun sampai coklat kelabu, batasnya tegas dengan gubal yang berwarna kuning pucat sampai kuning jerami, dengan arah serat lurus.
MahoniII-IIIKayu mahoni teksturnya cukup halus, serat berwana merah muda,  merah kekuningan  hingga merah tua. Banyak digunakan sebagai elemen dekorasi ruangan karena berat jenisnya yang ringan.

Biaya Produksi Rata-Rata dan Harga jual produksi 

Biaya produksi ini bisa berubah-ubah menyesuaikan jenis bahan dan ketebalan serta ukuran kayu. Produk meubel yang dihasilkan biasanya dijual per satuan atau per set, namun tidak menutup kemungkinan menyediakan jasa pesanan dalam jumlah banyak. Berikut spesifikasi produk yang dijual di Dieka Meubel:

ProdukJenis KayuHarga ProduksiKeseluruhanHarga Jual
KusenAkasiaRp 350.000Rp125.000/meter
Daun Pintu Plong-Plongan (tanpa kaca)AkasiaRp 300.000Rp 400.000/daun
Kursi PanjangJatiRp 2.800.000Rp 6.700.000/set

Gambar Produk

Proses pembuatan produk dari persiapan sampai finishing ( Pembuatan Daun Pintu Dengan Kaca) 

Langkah kerja membuat produk:

  1. Membuat rancangan desain daun pintu yang akan dibuat seperti ukuran, model dan jenis kayu.
  2. Menyiapkan alat kerja yang digunakan, dalam membuat produk ini digunakan alat tangan dan mesin. Alat kerja tangan:
  • Pahat 
  • Palu
  • Siku 
  • Pensil
  • Meteran
  • Mesin Ketam
  • Gergaji lingkaran (Circular Saw)
  • Gergaji potong manual
  • Mesin Router
  • Bor duduk
  1. Menyiapkan bahan penyusun daun pintu :
  1. Papan kayu akasia sesuai kbutuhan
  2. Kaca bening ukuran tebal 3 mm
  3. Cat gloss untuk finishing
  1. Siapkan bahan papan kayu kemudian ketam papan pada sisi muka dan samping sampai hasilnya rata dan lurus dengan menggunakan ketam perata. 
  2. Kayu yang telah diketam dipotong dengan gergaji sesuai desain ukuran
  3. Potongan kayu diberi tanda pada permukaan rangka tiang dan rangka ambang setelah disusun dengan posisi masing-masing rangka, kemudian lukis sambungan rangka pada ambang atas. Pada tiang, lukis pola untuk lubang sambungan.
  4. Beri lubang pada rangka tiang yang sudah dilukis sebelumnya dengan menggunakan mesin pahat. Pemahatan disesuaikan dengan kedalaman sambungan pen yang dibuat.
  5. Membuat takik pada sambungan lubang, kemudian lanjutkan menggunakan pahat lubang/tusuk untuk merapikan kayu.
  6. Potong verstek sesuai dengan garis verstek yang bersudut 45˚ dengan pahat lubang dengan posisi bevel (sudut kayu) berada diatas, dan garis punggung berada dibawah untuk dapat mengahsilkan pemotongan yang lurus, dengan arah pukulan ke pahat membentuk 45˚.
  7. Membuat sponeng kaca dengan menggunakan mesin profil.
  8. Rangkai bagian-bagian yang sudah dibuat sehingga menjadi sebuah daun pintu dengan memberi perkuatan lem kayu.
  9. Buat lubang nagel dengan menggunakan mesin bor sesuai dengan arah garis diagonal 2 buah untuk satu sambungan. Kemudian pasang nagel yang telah tersedia pada lubang lubang tersebut dengan bantuan dipukul dengan palu sampai batas maksimum/tembus, bersihkan semua sambungan dan potong kelebihan nagel pada sambungan yang ada.
  10. Pasang kaca dan perkuat dengan plepet (list kayu) yang sudah diberi verstek. Kemudian paku masing-masing sisi plepet dengan paku kecil 2 cm agar kaca tidak bergerak.
  11. Tahap finishing beri cat gloss pada permukaan kayu agar mengkilap.

Kendala Usaha

Pak Dieka mengeluhkan hambatan berupa sulitnya mencari pasokkan bahan baku khususnya kayu akasia, harga jual kayu yang mahal dikhawatirkan tidak memenuhi biaya produksi sehingga dapat mengakibatkan kerugian ditambah lagi semenjak pandemi penjualan produk mengalami penurunan, karena usaha ini merupakan usaha rumahan skala penjualan produk tidak terlalu luas dan minat masyarakat untuk menggunakan produk kayu mulai menurun karena banyak produk yang sudah menggunakan bahan lain seperti baja atau yang lainnya. Untuk kendala dalam pengerjaan produk ialah jika listrik padam maka pekerjaan dengan mesin tidak dapat dilakukan, kemudian pada tenaga kerja, dibutuhkan orang yang benar-benar memiliki skill dalam pekerjaan kayu karena akan mempengaruhi hasil akhir suatu produk, selain itu guna menjaga kualitas barang diperlukan mesin/alat yang memadai dan dalam kondisi yang baik, oleh karena itu Pak Dieka memiliki mesin untuk mengasah alat-alat agar tajam.

Kesimpulan

Penggunaan kayu sebagai material meubel/ produk konstruksi bangunan masih sangat sering ditemui, pada usaha meubel Pak Dieka ini digunakan berbagai jenis kayu pada produk-produknya seperti jati, aksia, dan mahoni. Usaha milik Pak Dieka ini memproduksi meubel seperti almari, meja, kursi dan produk konstruksi seperti kusen, daun pintu dengan berbagai macam ukuran dan bentuk dengan penjualan dengan sistem per unit/set. Produk dari kayu masih diminati oleh masyarakat karena kayu memiliki ciri khas tersendiri seperti warna dan seratnya, selain itu produk kayu memiliki nilai seni dalam pengerjaannya.

Semoga artikel tentang Contoh Laporan Studi Kasus Tempat Usaha Meubel ini bermanfaat. Jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.