Adu Hemat Kompor LPG VS Kompor Listrik

ILMUTEKNIK.ID – Manakah yang lebih hemat antara kompor LPG atau kompor listrik, pertanyaan ini menurut saya cukup menarik. Dikatakan menarik karena kita akan merasa bahwa kompor LPG lah yang lebih hemat, namun itu hanya karena kita terbisa. Oleh karena itu mari kita simak penjelasan berikut ini, agar mendapatkan sedikit gambaran tentang hemat kompor LPG atau kompor listrik.

Impor dan subsisdi LPG setiap tahun ya semakin membengkak. Oleh karena itu untuk menekan angka impor tersebut pemerintah terus menggalakkan penggunaan kompor listrik dan gas untuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu didaerah pedesaan juga telah menerapkan penggunaan Biogas dari Kotoran Sapi sebagai Salah Satu Sumber Energi Alternatif, sehingga pemakaian LPG berkutang. Lalu diantara bahan bakar kompor listrik dan JARGAS manakah yang paling efisien? akan saya ulas untuk anda dalam adu hemat bahan bakar rumah tangga.

Memasak dengan kompor gas atau kompor listrik - ilmuteknik.id

Sejak tahun 2007 LPG dikenalkan ke masyarakat Indonesia sebagai pengganti pemakaian minyak tanah, hingga saat ini hampir semua rumah tangga Indonesia menggunakan bahan bakar gas ini untuk kebutuhan sehari-hari, namun LPG termasuk salah satu barang subsidi yang menelan anggaran belanja cukup besar. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), subsidi LPG di tahun 2018 mencapai 64 triliun rupiah. Nilai tersebut bahkan melampaui subsidi untuk bahan bakar minyak atau BBM yang tercatat hanya 33 trilyun rupiah, sementara setiap tahunnya impor LPG mencapai sekitar 50 triliun rupiah. Kita lihat untuk harga eceran tertinggi untuk tabung LPG ukuran 3 kilogram saja Rp18.000 sementara untuk tabung LPG yang berukuran 12 kg ini dijual dikisaran rp139.000. Namun untuk efisiensinya balik lagi pada penggunaan keperluan anda masing-masing.

Selanjutnya kita lihat kompor listrik. Penggunaan kompor listrik ini kini menjadi alternatif untuk para ibu rumah tangga, selain lebih efisien kompor ini juga diklaim lebih hemat biaya jika dibandingkan menggunakan tabung gas LPG. Pemanfaatan Gas Sebagai Sumber Energi Listrik di Indonesia juga harus ditingkatkan, karena selain ramah lingkungan kompor listrik dan JARGAS ini juga tergolong lebih murah dan juga aman dibandingkan dengan kompor yang memakai gas LPG sebagai sumber energi. Dalam penggunaan kompor listrik dinilai lebih bersih juga karena tidak ada sisa pembakaran yang dihasilkan oleh kompor listrik, sedangkan kalau kita pakai kompor LPG ini kitaKmasak di dapur ini biasanya ada karbon monoksida dan karbon dioksida nya. Kita lihat untuk 1 buah kompor listrik ini harganya dikisaran Rp300.000 hingga Rp400.000. Jika memakai kompor listrik setidaknya kita dapat mengurangi beban negara untuk mengimpor LPG sekitar 5 juta ton dalam setahun. Selain itu Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa di Indonesia cukup besar, hal ini nantinya akan membantu menyokong kebutuhan listrik masayarakat.

Kita ambil contoh di dalam satu rumah tangga memakai tabung LPG ukuran 3 kg non subsidi, berdasarkan data Kementerian ESDM tabung LPG ini kalorinya paling tidak setidaknya ini setara dengan 33660 kilo kalori, kemudian dari segi efisiensi yang mencapai 40% dan kalori yang didapat sekitar 13464 kilo kalori dengan besaran kalori final tersebut ini jika kita bandingkan dengan kompor listrik ini kalori setara dengan kompor listrik juga 13464 kilo kalori, tapi efisiensi komponen kalau kita lihat ini justru lebih besar 85%. Sementara kalori yang dibutuhkan sekitar 15840 kilo kalori dan listrik yang dibutuhkan 18,3 kilowatt perjamnya. Meskipun kalua kita menggunakan kompor listrik ada lagi tagihan listrik yang kita harus pertimbangkan atau perhitungkan, besarnya kira-kira sekitar Rp. 24.300 namun jika dihitung semua komponennya kalau dibandingkan dengan biaya LPG non subsidi kompor listrik kita bisa menghemat sekitar Rp10.000 per 3 kg LPG atau sekitar Rp. 82.000 per bulan dengan asumsi 8 tabung LPG ukuran 3 kg atau 2 tabung LPG ukuran 12 kilogram per bulannya.

Selanjutnya ada jaringan gas (JARGAS). Selain kompor listrik, pemerintah ini juga gencar membangun jaringan gas rumah tangga atau JARGAS. Salah satu keunggulan gas pipa antara lain berasal dari kekayaan gas bumi di dalam negeri artinya kalau dari sisi mikro penggunaan gas pipa bagi konsumsi rumah tangga tidak membebani neraca perdagangan, lantaran impor gas yang terjadi pada gas LPG. Selain itu penggunaan JARGAS dalam rumah tangga diianggap lebih praktis, bersih, dan juga aman dibandingkan kalau kita menggunakan tabung LPG 3 kg dan juga dapat mengurangi biaya rumah tangga sekitar Rp. 90.000 per bulannya. Ambil contoh dalam satu rumah tangga mengkonsumsi dua tabung LPG ukuran 3 kg perbulannya, maka kalau kita menggunakan JARGAS bisa menghemat konsumsi LPG sebanyak 21,13 MT (metricton).

Meski konsumen yang disalurkan melalui JARGAS tidak mendapatkan subsidi langsung tapi harganya akan didapatkan lebih murah dibandingkan kalau kita menggunakan alat LPG. Kemudian dari sisi harga, di beberapa kota untuk rumah tangga yaitu : 1. yang terdiri dari rumah susun, rumah sederhana, dan rumah sangat sederhana serta juga pelanggan kecil 1. yang terdiri dari puskesmas, rumah sakit, pemerintah, dan panti asuhan ini dikenakan sebesar Rp. 4.250/m3 lebih murah daripada harga pasar gas LPG 3 kg yang berkisar Rp. 5.000 hingga Rp6.000/m3 . Sebagai informasi untuk anda hingga akhir 2019 ini pemerintah akan menyelesaikan 78000 sambungan rumah di 17 kota dan kabupaten, sementara total pembangunan JARGAS hingga 2018 adalah 325800 sambungan rumah yang tersebar di 40 kota dan abupaten. Dengan adanya penambahan pembangunan di 2019 dan 2020 total JARGAS yang akan terpasang sekitar 697.000 sambungan rumah pada akhir 2020, adapun pemerintah menargetkan pembangunan car gas bisa mencapai 4,7 juta sambungan pada tahun 2025 mendatang.

source :  CNBC Indonesia

7 thoughts on “Adu Hemat Kompor LPG VS Kompor Listrik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *