Pengertian Selongsong Peluru dan Sejarah Selongsong Peluru

Pengertian Selongsong Peluru

Pengertian selongsong peluru adalah bagian dari amunisi yang membungkus proyektil, serbuk mesiu atau propellant dan primer atau pemicu. Bagian ini bisa terbuat dari logam, kertas, atau plastiki yang dibuat secara akurat untuk dimuat di dalam laras senjata. Selongsong peluru dibuat dengan tujuan untuk memudahkan ketika membawa peluru dan dalam penggunaan peluru itu sendiri.

Fungsi utama dari selongsong peluru adalah sebagai penyatu komponen peluru secara ringkas. Pada senjata otomatis modern selongsong peluru berfungsi sebagai salah satu cara untuk menampung energi yang menggerakkan bagian senjata yang mampu mengisi peluru secara otomatis.

Baca juga Bagaimana cara kerja peluru dan apa saja bagiannya?

Sejarah Selongsong Peluru

Sejarah Selongsong Peluru dimulai pada abad ke 14. Beberapa sejarahwan menemukan bahwa penggunaan selongsong kertas dipakai oleh tentara Raja Christian ke-1 dari Denmark pada tahun 1586. Sementara di Museum Dresden memiliki bukti penggunaan selongsong kertas tahun 1591.

Pada tahun 1586 selongsong kertas ini terdiri dari bubuk mesiu dan proyektil di dalam tabung kertas. Tabung kertas ini berbentuk silinder dengan kedua ujungnya di ulir untuk menutup selongsong tersebut. Penggunaan selongsong kertas mekin meluas pada abad ke-17, dimana jenis selongsong ini juga dipakai saat perang sipil Amerika.

Cara menggunakan selongsong peluru kertas yaitu dengan cara menyobek ujung kertas yang berisi serbuk mesiu, kemudian serbuk mesiu tersebut dituangkan ke dalam laras. Kemudian sisa kertas dan proyektil dijejalkan ke dalam laras.

Pada perang sipil Amerika selongsong kertas ini seharusnya bisa dibuang namun kebanyakan oleh prajurit kertas ini dijadikan sebagai penyumpal proyektil. Untuk menyalakan jenis senapan ini diperlukan serbuk mesiu yang sangat halus, bernama serbuk pemantik yang dituang ke penampang pemicu yang nantinya akan dinyalakan oleh mekanisme tembak senapan tersebut.

Perkembangan Sejarah Selongsong Peluru berikutnya yaitu ditemukannya precussion cap pada tahun 1842. Precussion cap adalah tempurung logam yang dapat menyala dengan ketukan keras. Selanjutnya 30 tahun setelah ditemukannya precussion cap primer jenis ini kemudian digunakan pada hampir semua senjata bermesiu pada waktu itu.

Selongsong peluru terintegrasi merupakan jenis selongsong berbahan kertas yang kemudian diganti dengan kuningan . Jenis selongsong ini merupakan penemuan terbesar dalam sejarah amunisi yang kemudian menjadi panduan dalam bentuk peluru saat ini. Peluru ini menggunakan sistem pemicu tengah dan diisi dari pangkal laras.

Baca juga Mengenal Aluminium Powder atau Bubuk Aluminium

Kemajuan teknologi primer senjata api, memicu tingginya permintaan untuk amunisi yang ringkas dan mudah dibawa. Pada waktu itu selongsong peluru logam mampu memenuhi permintaan tersebut. Namun ada masalah lain, dimana selongsong tersebut harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum amunisi selanjutnya setiap tembakan.

Oleh karena itu dibutuhkan mekanisme tambahan untuk mengeluarkan peluru secara manual, dan kemudian secara otomatis pada perkembangannya. Permasalahan ini juga dibarengi dengan kemungkinan macet senjata saat selongsong peluru tidak berhasil dikeluarkan.

Hal ini kemudian mendorong ilmuwan abad ke-19 untuk bereksperimen dengan variasi peluru tanpa selongsong atau caseless catridge. Namun dengan banyaknya kelemahan dari caseless catridge menyebabkan selongsong logam masih menjadi pilihan militer masa kini.

Semoga artikel Pengertian Selongsong Peluru dan Sejarah Selongsong Peluru dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Jangan lupa Ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami di ILMU TEKNIK dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *