Perencanaan Drainase Perkotaan Sesuai dengan Fungsinya

Apabila dicermati maka dari berbagai jenis drainase ternyata beberapa jenis kelompok drainase merupakan bagian dari drainase perkotaan, baik ditinjau dari segi konstruksi (drainase terbuka dan tertutup), dari segi fungsi yaitu single purpose atau multi purpose, dari segi tata letaknya (diatas permukaan tanah atau dibawah permukaan tanah) dan lain sebagainya.

Baca juga Klasifikasi Jalan Raya Menurut Ramainya Lalu-Lintas

Ada beberapa pertimbangan lain di luar teknis seperti tuntutan akan terjaganya keindahan kota, kesehatan lingkungan dan lain sebagainya yang akan menentukan perencanaan bentuk, letak dan sifat dari drainase perkotaan itu sendiri.

Fungsi drainase perkotaan sendiri adalah :

  1. Mengeringkan bagian wilayah kota dari genangan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif.
  2. Mengalirkan air permukaan ke badan air penerima terdekat secepatnya.
  3. Mengendalikan kelebihan air permukaan yang dapat dimanfaatkan untuk persediaan air dan kehidupan aquatik.
  4. Meresapkan air permukaan untuk menjaga kelestarian tanah (konservasi air).
  5. Melindungi sarana dan prasaran yang telah dibangun.

Baca juga Pengertian Surveyor dan Tugas Surveyor

Berdasarkan fungsi layanannya, maka drainase perkotaan dapat terbagi dalam beberapa jenis yaitu :

  1. Sistem drainase lokal, adalah saluran awal yang melayani suatu kawasan kota tertentu seperti daerah permukiman, areal pasar, perkantoran, area industri dan komersial. Sistem ini biasanya melayani areal kurang dari 10 ha.
  2. Sistem drainase utama, yang termasuk dalam sistem ini adalah saluran drainase primer, sekunder, tersier beserta bangunan pelengkapnya yang melayani kepentingan sebagian besar masyarakat.
    • Saluran primer adalah saluran utama yang menerima masukan aliran dari saluran sekunder. Dimensi saluran drainase ini relatif besar.
    • Saluran sekunder adalah saluran terbuka atau tertutup yang berfungsi menerima air dari saluran tersier serta limpasan air dari permukaan sekitarnya dan meneruskan air ke saluran primer. Dimensi saluran tergantung pada debit yang dialirkan.
    • Saluran tersier adalah saluran drainase yang menerima air dari saluran drainase lokal.

Beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan dalam setiap perencanaan sistem drainase perkotaan adalah :

  1. Kapasitas sistem harus mencukupi, baik untuk melayani pengaliran air ke badan air maupun untuk meresapkan air ke dalam tanah. Untuk mencapai kapasitas yang memadai dilakukan perencanaan berdasarkan perhitungan hidrologi dan hidrolika.
  2. Pembangunan drainase perkotaan perlu memperhatikan fungsi drainase perkotaan sebagai prasarana kota yang didasarkan pada konsep berwawasan lingkungan. Konsep ini berkaitan dengan usaha konservasi sumber daya air, yang pada prinsipnya mengendalikan air hujan agar lebih banyak yang diresapkan kedalam tanah sehingga mengurani jumlah limpasan yang antara lain dilakukan dengan jalan membuat bangunan resapan buatan, kolam retensi dan penataan landscape.
  3. Sedapat mungkin menggunakan sistem gravitasi.
  4. Meminimalisasi pembebasan lahan.
  5. Memaksimalkan resapan dan meminimalisasi aliran permukaan.
  6. Letak sistem yang memenuhi kriteria perkotaan dan memiliki kesempatan untuk memperluas sistem.
  7. Stabilitas sistem harus terjamin, baik dari segi struktural, keawetan sistem dan kemudahan dalam operasi dan pemeliharaan.
  8. Pembuatan kolam retensi dan sistem poulder disusun dengan memperhatikan faktor sosial ekonomi antara lain perkembangan kota serta rencana sarana dan prasarana kota.

Baca juga Prospek Kerja Perempuan Lulusan Teknik Sipil

Semoga artikel tentang Perencanaan Drainase Perkotaan Sesuai dengan Fungsinya ini bermanfaat dan jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

One thought on “Perencanaan Drainase Perkotaan Sesuai dengan Fungsinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.