CONTOH KASUS PERUBAHANAN KONTRAK KONSTRUKSI (Contract Change Order)

Diposting pada

CONTOH KASUS PERUBAHANAN KONTRAK KONSTRUKSI – Istilah perintah perubahan kontrak konstruksi lebih umum disebut variation order, namun pada proyek yang diselenggarakan pemerintah istilah perintah perubahan kontrak konstruksi lebih dikenal dengan Contract Change Order (CCO). Change order atau contract change order merupakan perubahan dalam lingkup kontrak, persetujuan terhadap revisi penjadwalan, kumpulan dari modifikasi-modifikasi lainnya dan berbentuk formulir standar yang terdiri atas ringkasan dari deskripsi perubahan dan dampak dari perubahan tersebut terhadap kontrak, baik biaya maupun waktu proyek (Barrie & Paulson, 1992). 

Dalam proyek konstruksi perubahan perintah kerja (variation order atau change order), pada kenyataanya sering terjadi karena penerapan metode perencanaan proyek tidak selalu berjalan dengan baik. Adapun penyebab utama variation order atau change order adalah kurangnya pemahaman pihak-pihak terkait pada tahap perencanaan ataupun pada saat pelaksanaan proyek konstruksi. Akibatnya banyak sekali dampak yang ditimbulkan baik dalam segi biaya, mutu dan waktu. Perubahan selama masa pelaksanaan proyek sering terjadi karena adanya keinginan dari pemilik yang timbul selama pelaksanaan proyek konstruksi, hal ini disebabkan antara lain karena adanya perubahan lingkup kerja, perubahan spesifikasi, perubahan jenis material, perubahan perencanaan arsitektural, perubahan metode kerja, dan percepatan pelaksanaan pekerjaan. Perubahan yang terjadi selama proses konstruksi proyek ini, diantaranya perubahan desain, perubahan jadwal, penggantian material, dan modifikasi terhadap metoda konstruksi. Faktor-faktor dominan penyebab contract change order pada proyek bangunan gedung di Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai berikut.

Bantu dan support ilmuteknik untuk terus membagikan ilmu-ilmu bermanfaat dengan cara MENGKLIK 1 IKLAN yang menurut kamu menarik.

NoKontraktorKonsultanULP(Unit Pengadaan Layanan)Pengguna Jasa
1Adanya kesalahan desain / gambar dari konsultan perencana.Permintaan pemilik proyek untuk optimalisasi fungsi bangunanKetidaksesuaian antara gambar dan kondisi lapanganKetidaksesuaian antara gambar dan kondisi lapangan
2Permintaan pemilik proyek untuk optimalisasi fungsi bangunanPasal tentang change order tidak dituangkan pada kontrak secara jelasPermintaan pemilik proyek untuk optimalisisasi fungsi bangunanPermintaan pemilik proyek untuk optimalisasi fungsi bangunan
3Spesifikasi teknis yang tidak dituangkan jelas pada RKS, bill of quantity dan gambar tender Adanya kesalahan desain. gambar dari konsultan perencana Tidak dilaksanakan survey awal yang detail sebelum pembuatan desain dan perhitungan konstruksi (DED)Perbedaan volume yang cukup signifikan antara gambar, kondisi lapangan, dan bill of quantity
4Perbedaan volume yang cukup signifikan antara gambar, kondisi lapangan, dan bill of quantityTidak dilaksanakan survey awal yang detail sebelum pembuatan desain dan perhitungan konstruksi (DED)Perbedaan volume yang cukup signifikan antara gambar, kondisi lapangan, dan bill of quantity Detail gambar tender awal (DED) yang kurang lengkap/ kurang jelas
5Detail gambar tender awal (DED) yang kurang lengkap/kurang jelasKetidaksesuaian antara gambar dan kondisi lapanganDetail gambar tender awal (DED) yang kurang lengkap/kurang jelasAdanya kesalahan desain/gambar dari konsultan perencana

Baca juga CONTOH KONTRAK KERJA ANTARA SUPPLIER ATAU PEMASOK BARANG DENGAN PERUSAHAAN

Pengaruh contract change order pada proyek bangunan gedung di Pemerintah Kabupaten Bogor antara lain :

NoKontraktorKonsultanULPPengguna Jasa
1Terganggunya cash flow penyedia jasa / kontraktorKetersediaan materialKetersediaan materialKetersediaan material
2Ketersediaan materialKetersediaan tenaga kerjaBongkar pasang (rework) pekerjaanKetersediaan tenaga kerja
3Profit / keuntungan proyek turunPendanaan / modal yang harus dikeluarkan penyedia jasa/ kontraktorTerganggunya cash flow penyedia jasa/kontraktorTerganggunya cash flow penyedia jasa/kontraktor
4Pendanaan / modal yang harus dikeluarkan penyedia jasa/ kontraktorKetersediaan peralatan kerjaKualitas komunikasi antara penyedia jasa/kontraktor dengan stakeholders tergangguPendanaan / modal yang harus dikeluarkan penyedia jasa/ kontraktor
5Ketersediaan tenaga kerjaTerganggunya cash flow penyedia jasa/kontraktorKetersediaan peralatan kerjaKetersediaan peralatan kerja

Semoga CONTOH KASUS PERUBAHANAN KONTRAK KONSTRUKSI ini bermanfaat dan jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

Saat ini bekerja sebagai Engineering staff di PT Bali Nusaintan, Bali. Menguasai skill dasar mechanical dan electrical, serta pengetahuan umum tentang teknik sipil dan bangunan. Memiliki website ilmuteknik.id yang membahas pengetahuan dan tips tentang bangunan, kelistrikan serta pengetahuan umum dibidang teknik. Saat ini telah menjangkau pengunjung sabanyak 1000 visitor/day. Telah 6 tahun terjun dalam dunia blogging, menguasai skill copywriting, SEO, dan SEM. Menyediakan jasa link placement, backlink wikipedia, dan penulisan artikel.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *