Pengertian Cut and Fill beserta Metode Pelaksanaannya

Pengertian cut and fill adalah suatu proses pengerjaan penggalian dan penimbunan tanah. Tanah ini dapat diambil dari suatu tempat untuk nantinya digunakan sebagai urugan atau timbunan di tempat lain.

Pekerjaan ini merupakan salah satu bagian penting, bahkan menjadi bagian utama dalam proyek konstruksi, baik konstruksi bangunan maupun jalan. Oleh karena itu, sebelum pengerjaannya dibutuhkan pengukuran dan perhitungan yang teliti.

Sebelum pekerjaan cut and fill masuk, kamu perlu mempelajari bagaimana kondisi tanah yang menjadi target, selain itu volume galian akan mempengaruhi biaya yang dikeluarkan.

Karena itu, maka perhitungan volume galian harus dilakukan dengan teliti. Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menghitung volume galian, yaitu cara manual atau menggunakan program microsoft excel dan program gambar seperti AutoCad.

Baca juga Cara Menjadi Profesional Welder di Bidang Pemipaan

Tujuan Cut and Fill

Berikut ini adalah beberapa tujuan cut and fill

  • Mencegah terjadinya penurunan permukaan tanah
  • Meratakan permukaan tanah
  • Menyangga bebatuan di sekelilingnya agar tidak longsor atau amblas
  • Memberikan akses ke area lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses cut and fill

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi proses cut and fill, salah satunya yaitu kondisi tanah. Tanah merupakan material yang tediri dari agregat mineral-mineral padat. Material tersebut tersedimentasi satu sama lain dengan bahan organik serta at cair dan gas yang akan mengisi ruang antara partikel padat dalam tanah.

Jenis dari tanahpun beragam, ada tanah pasir, tanah lempung, lanau, maupun lumpur. Semua jenis tanah ini memiliki sifat dan ukuran partikel yang berbeda. Misalnya saja tanah lempung yang memiliki sifat kohesif dan plastis, sementara tanah pasir tidak kohesif dan tidak plastis.

Kondisi-kondisi ini lah yang mempengaruhi volume tanah serta proses pendistribusiannya. Keadaan material tersebut bisa digambarkan kedalam beberapa kondisi, yaitu:

  • Keadaan Asli
    Keadaan asli merupakan kondisi dimana material atau tanah sebelum dilakukan pengerjaan atau ketika masih dalam ukuran alam. Nah kondisi inilah yang digunakan sebagai dasar perhitungan volume pemindahan.
  • Keadaan Lepas
    Keadaan lepas adalah suatu kondisi tanah setelah dilakukan pekerjaan. Misalnya tanah yang ada di depan dozer blade atau diatas dump tuck. Dalam kondisi ini ada penambahan rongga udara di antara butiran-butiran tanah. Hal ini membuat volume menjadi lebih besar.
  • Keadaan Padat
    Kondisi ini didapat ketika material ditimbun dan dilakukan pemadatan, sehingga terjadi perubahan volume karena adanya penyusutan rongga udara di dalam partikel-partikel tanah yang membuatnya berubah ukuran meskipun beratnya tetap.

Volume tanah dapat menjadi lebih besar maupun lebih kecil, hal in bergantung pada usaha pemadatan yang dilakukan.

Baca juga Prospek Kerja Perempuan Lulusan Teknik Sipil

Metode cut and fill

  • Contoh pengaplikasian cut and fill yaitu saat pembukaan lahan baru, dimana sebelum melakukan kegiatan konstruksi bangunan akan dilakukan proses cut and fill agar sesuai dengan level yang diinginkan. Misalnya pembangunan gedung baru, pembuatan pondasi dan pekerjaan-pekerjaan sipil lainnya.
  • Pada pekerjaan pembuatan jalan, proses cut and fill dilakukan agar kondisi jalan rata, sesuai elevasi dan lebar yang diinginkan. Misalnya pembuatan jalan yang mana harus memotong tebing, atapun memotong level tanah agar sesuai dengan rencana tebal limestone dan beton.
  • Cut and fill pada pertambangan dilakukan untuk mengambil material alam yang berharga. Kemudian bekas galian akan di urug kembali dengan tanah bebatuan agar dinding tanah tidak ambruk.

Perencanaan Proses Cut and Fll

  • Meninjau lokasi target
    Peninjauan ini bertujuan untuk mengetahui detail lokasi pengerjaan, sepeti tempat, akses jalan, kondisi lingkungan, kondisi tanah, prasarana dan informasi pendukung lainnya. Data-data tersebut nantinya akan diolah dan dijadikan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan.
  • Pengukuran lahan
    Pengukuran lahan dapat dilakukan menggunakan thedolite atau GPS. Tujuan dilakukannya pengukuran ini yaitu mengetahui kontur tanah dan batas lahan, sehingga proses cut and fill dapat direncanakan sebagaimana mestinya.
  • Pengolahan data survei dan perencanaan lahan
    Setelah data-data didapat, langkah selanjutnya yaitu mengolah data dan menyajikannya dalam bentuk visual. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan progam gambar seperti AutoCad Land Desktop.

Alat cut and fill

Cara manual dengan cangkul atau sekop dapat dilakukan jika area yang dikerjakan tidak terlalu luas dan dalam. Namun biasanya alat cut and fill yang sering digunakan yaitu excavator.

Sekian artikel tentang Pengertian Cut and Fill beserta Metode Pelaksanaannya. Jangan lupa Ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami di ILMU TEKNIK dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *