RESUME BUKU MANAJEMEN KONTRAK KONSTRUKSI KARANGAN SENG HANSEN (2002)

ilmuteknik.id - Resume Buku MANAJEMEN KONTRAK KONSTRUKSI KARANGAN SENG HANSEN (2002)

Resume Buku MANAJEMEN KONTRAK KONSTRUKSI KARANGAN SENG HANSEN (2002) – Industri konstruksi merupakan segala kegiatan yang berkaitan dengan penyiapan, proses, perubahan,perbaikan terhadap bangunan, struktur, dan fasilitas terkait. Proyek konstruksi dianggap sarat dengan risiko mencakup risiko waktu (keterlambatan), biaya (biaya membengkak), dan performa pekerjaan (pemakaian pekerjaaan tidak sesai spesifikasi).

Kriteria konstruksi (biaya, mutu, dan waktu), siklus proyek dimulai dari permulaan (ide awal proyek), kemudian studi kelayakan (mematangkan strategi desain), perencanaan (gambaran utuh proyek seperti gambar, maket, simulasi, dokumentasi), pelelangan (tender), tahap pelaksanaan dimulai. Tahap akhir yaitu serah terima jabatan. Untuk menyiasati minculnya permasalah  dan sengketa dibuatlah kesepakatan oleh para pihak yang disebut dokumen kontrak. Dibutuhkan manajer kontrak agar kontrak berfungsi sesuai peranannya.

Baca juga :

Dokumen kontrak menurut Seng Hansen dibahas dalam buku berjudul “Manajemen Kontrak Konstruksi” Bab 8. Dokumen kontrak konstruksi merupakan kumpulan dokumen tertulis yang menjelaskan peranan, tanggung jawab, dan “pekerjaan” dalam kontrak dan mengikat para pihak yang berkontrak. Dokumen kontrak mencakup poin-poin berikut:

  1. Instrument perjanjian harus memuat penjelasan semua dokumen.
  2. Menjelaskan isi perjanjian secara mendetail.
  3. Korespondensi antara para pihak yang berkontrak.
  4. Spesifikasi pekerjaan.
  • Untuk mengantisipasi timbulnya sengketa dibuat sebuauh klausul (ketentuan) yang menjelaskan prioritas dokumen, pada FIDIC Red Book 1999 contoh prioritas dokumen adalah sebagai berikut:
  1. Contract agreement (if any)
  2. Letter of acceptance  
  3. Letter of tender
  4. Particular conditions
  5. General conditions 
  6. Specification
  7. Drawings
  8. Schedules and any other documents forming part of the contract

Sengketa-sengketa yang tidak dapat diselesaikan dengan jalan negoisasi dibawa ke badan arbitrase (pengadilan) sesuai kontrak konstruksi.

  • Daftar volume pekerjaan, kontraktor yang mengikuti tender merangkum perhitungan volume tiap item pekerjaan menjadi sebuah daftar (bill of quantities. QS menyusun RAB yang kemudian menjadi harga penawaran kontraktor untuk memenangkan tender. Nilai kontrak yang telah ditandatangani tidak dapat diubah, namun dapat dikoresi melalui konsultan MK.
  • Dokumen berupa gambar proyek yang dibedakan berdasarkan jenis-jenis pekerjaan dan peranannya dalam suatu proyek, tahapan gambar berupa gambar konsep, gambar awal, gambar detail, gambar terbangun, gambar kerja, gambar tender.
  • Spesifikasi, berfungsi sebagai pedoman yang membantu pelaksanaan pekerjaan agar sesuai dengan kualitas dan kinerja yang diharapkan dengan mempertimbangkan hal berikut:
  1. Kriteria (mutu, tipe, ukuran, performa) apa yang dibutuhkan
  2. Bagaimana kriteria tersebut akan diukur
  3. Berapa banyak barang/jasa yang diperlukan
  4. Kapan barang/jasa tersebut diperlukan
  5. Dimana barang/jasa tersebut diserahkan
  6.  Moda transportasi dan cara pengangkutan seperti apa yang dipersyaratkan
  7. Tanggung jawab penyedia barang/jasa yang harus dipenuhi
  8. Metode pelaksanaan dan pengujian seperti apa yang dipersyaratkan 

Adapun format standar dalam menyajikan spesifikasi teknis adalah : 

  1. Bagian umum (general) : menjelaskan pengertian, ruang lingkup, dan aturan dasar bagaimana item pekerjaan dilaksanakan
  2. Produk (products) : menjelaskan produk (material, peralatan, aksesori, komponen dan perlengkapan) serta proses manufakturnya
  3. Pelaksanaan (execution) : menjelaskan tahapan persiapan, pelaksanaan, instalasi, pemasangan, dan prosedur lainnya untuk memenuhi persyaratan mutu dan kriteria lainnya

Terjadinya konflik dalam menyusun spesifikasi dapat diselesaikan dengan menggunakan pendekatan antara lain sebagai berikut:

  1. Apabila terjadi perbedaan antara gambar dan spesifikasi, maka spesifikasi teknis yang berlaku.
  2. Apabila perbedaaan terjadi antara gambar dan spesifikasi maka konsultan MK yang berhak mengambil keputusan melalui koordinasi dengan arsitek dan konsultan terkait.

Baca juga :

Agar spesifikasi berfungsi sebagaimana mestinya, maka dalam menyusun spesifikasi teknis harus dipenuhi beberapa kriteria sebagai berikut :

  1. Spesifikasi akurat dan cukup
  2. Spesifikasi pasti dan jelas ketentuannya
  3. Spesifikasi dibuat dengan persyaratan yang wajar
  4. Spesifikasi disajikan dalam bentuk yang mudah digunakan
  5. Spesifikasi memiliki kekuatan hukum
  • Peraturan standar bangunan, bertujuan agar pelaksanaan pekerjaan konstruksi sesuai syarat standar minimum yang berlaku di Indonesia. Peraturan standar minimum mencakup banyak aspek antara lain: keberterimaan material, keberterimaan pelaksanaan, keberterimaan produk, lingkungan dan bangunan hijau, hingga K3. Peraturan standard bangunan berupa perundang-undangan, peraturan pemerintah, maupun persyaratan teknis yang telah berlaku (SNI).
  • Untuk dokumen-dokumen pelaksanaan proyek kontruksi yang dibuat oleh dan atas nama pemilik proyek, maka pemilik proyek memiliki hak cipta (copyright) dan hak-hak intelektual terkait lainnya. Sedangkan dokumen yang dibuat oleh dan atas nama kontraktor tetap memiliki hak cipta namun dengan menandatangi kontrak maka kontraktor dianggap telah memberikan izin dokumen tersebut dapat dipindah  tangankan.
  • Bagian dokumen kontrak terdiri dari:
  1. Dokumen lelang termasuk perubahannya
  2. Dokumen penawaran penyedia jasa
  3. Evaluasi panitia lelang
  4. Kontrak (dokumen yang ditandatangani)
  5. Addendum (perubahan berupa penambahan atau pengurangan dari dokumen kontrak sebelumnya)
  • Hirarki Dokumen Kontrak menurut (Perpres no.54 tahun 2010) antara lain:
  1. Addendum surat perjanjian
  2. Pokok perjanjian

Merupakan surat perjanjian yang menyatakan bahwa yang diikat dalam kontrak kerja tersebut adalah “ Pekerjaan Konstruksi “ Surat tersebut harus ditanda tangani oleh yang berwenang dari kedua belah pihak yang mengikat perjanjian serta memuat secara ringkas pokok pekerjaan yang diperjanjikan, hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam perjanjian, nilai atau harga kontrak pekerjaan, dan yang lainnya yang dirasa perlu.

  1. Surat Penawaran berikut daftar kuantitas dan harga 

Dalam surat penawaran tersebut berisi besaran harga penawaran, jangka waktu pelaksanaan pekerjaan dan masa berlaku dari penawaran tersebut, serta lampiran-lampirannya.

  1. Syarat-Syarat khusus kontrak terdiri dari : 

A.Ketentuan Umum 

  • Definisi 
  • Jaminan 
  • Asuransi
  • Keselamatan Kerja
  • Pembayaran
  • Jadual Pelaksanaan Pekerjaan
  • Penggunaan penyedia jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil 
  • Penyelesaian perselisihan
  • Penyesuaian harga
  • Denda dan ganti rugi 
  • Gambar pelaksanaan As build drawing
  • Kegagalan bangunan
  1. Syarat-syarat umum kontrak
  2. Spesifikasi khusus 
  3. Spesifikasi umum 
  4. Gambar-gambar
  5. Dokumen lainnya seperti : jaminan-jaminan, SPPBJ,BAHP, BAPP

Semoga artikel tentang Resume Buku MANAJEMEN KONTRAK KONSTRUKSI KARANGAN SENG HANSEN (2002) ini bermanfaat. Jangan lupa ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.

Tags :

  • manajemen kontrak konstruksi pdf
  • contoh manajemen kontrak
  • panduan manajemen kontrak
  • tujuan manajemen kontrak
  • kontrak manajemen dan contohnya
  • contoh kontrak manajemen internasional
  • kontrak manajemen hotel
  • kelebihan dan kekurangan kontrak manajemen

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.